Mahasiswa FIB Unej Peraih IPK Tertinggi Ini Gabung Tim Stafsus Wapres, Kenalan Yuk
Jum'at, 16 Desember 2022 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Yuyun,ia turut bergabung dalam tim Staf Khusus Wakil Presiden RI ketika terlibat menjadi panitia di komunitas Madrasah Quran Aswaja (MQA) yang berada di Cirebon. Ikhsan Abdullah yang kebetulan asli Cirebon dan mendukung kegiatan MQA tertarik dengan sepak terjangnya dan menawari Yuyun membantunya. Maka bergabunglah Yuyun dalam tim yang menyiapkan materi presentasi, makalah, sumber referensi dan kebutuhan akademis lain bagi Staf Khusus Wakil Predisen RI hingga saat ini. Bahkan di bulan Desember ini sudah ada dua tugas menantinya.
Lantas bagaimana Yuyun menyelaraskan antara kuliah dengan berkegiatan di luar kampus? “Saya kurang tahu pasti bagaimana cara mengaturnya. Karena selama ini saya melakukan apa yang saya sukai, sehingga tidak merasa keberatan dan mengganggu tugas kuliah. Justru, saya merasa tugas kuliah saya banyak terbantu dari kegiatan di luar kampus karena isu di komunitas dengan mata kuliah ada benang merahnya. Di kampus saya juga belajar tentang gender, relasi kuasa, dan lainnya, begitupun di komunitas. Mungkin karena ada pada satu rumpun yang sama, yakni ilmu humaniora. Cuman waktu istirahat jadi berkurang, paling tidur hanya empat jam seharinya,” ungkap Yuyun yang juga finalis Mahasiswa Berprestasi Universitas Jember ini.
Yang pasti Yuyun menyarankan mahasiswa mengenali bakat dan passion masing-masing terlebih dahulu. Menurutnya banyak mahasiswa yang merasa salah jurusan, tidak menikmati materi dari program studi yang sedang dijalani, sehingga hal tersebut mempengaruhi proses belajar di kampus yang mana alih-alih menghasilkan nilai yang bagus, justru sebaliknya. Alhamdulillah, Yuyun sudah memahami apa yang dia suka dan apa yang dia mau sejak di bangku SMA. Yuyun yang saat sekolah memilih jurusan Bahasa mantap memilih jurusan Sastra Inggris di FIB Universitas Jember.
Kedua, tentunya dengan usaha yang maksimal serta diiringi dengan doa. Usaha yang maksimal itu tidak hanya belajar secara mandiri, namun untuk memperoleh pemahaman yang utuh, seringkali Yuyun membutuhkan diskusi dengan teman-teman lainnya. Oleh karenanya, tak jarang Yuyun menginisiasi diskusi terkait pelajaran yang diampu di kafe yang menyediakan papan tulis dan ruangan yang nyaman untuk belajar. Dari diskusi bersama teman-teman tadi pemahaman semakin jelas dan semangat belajar lebih meningkat.
Baca juga: Mudah Cari Kerja dan Bergaji Tinggi, Ini 10 Bahasa Asing yang Wajib Dikuasai
Untuk mendalami materi kuliah, Yuyun menyebutkan tidak ada cara belajar yang spesifik. Namun, minimal setiap sebelum tidur Yuyun menyempatkan untuk membaca buku, dan ketika bepergian pun selalu membawa buku supaya ketika sedang mengantri atau menunggu teman, dirinya bisa menghabiskan waktu dengan membaca buku.
Lantas bagaimana Yuyun menyelaraskan antara kuliah dengan berkegiatan di luar kampus? “Saya kurang tahu pasti bagaimana cara mengaturnya. Karena selama ini saya melakukan apa yang saya sukai, sehingga tidak merasa keberatan dan mengganggu tugas kuliah. Justru, saya merasa tugas kuliah saya banyak terbantu dari kegiatan di luar kampus karena isu di komunitas dengan mata kuliah ada benang merahnya. Di kampus saya juga belajar tentang gender, relasi kuasa, dan lainnya, begitupun di komunitas. Mungkin karena ada pada satu rumpun yang sama, yakni ilmu humaniora. Cuman waktu istirahat jadi berkurang, paling tidur hanya empat jam seharinya,” ungkap Yuyun yang juga finalis Mahasiswa Berprestasi Universitas Jember ini.
Yang pasti Yuyun menyarankan mahasiswa mengenali bakat dan passion masing-masing terlebih dahulu. Menurutnya banyak mahasiswa yang merasa salah jurusan, tidak menikmati materi dari program studi yang sedang dijalani, sehingga hal tersebut mempengaruhi proses belajar di kampus yang mana alih-alih menghasilkan nilai yang bagus, justru sebaliknya. Alhamdulillah, Yuyun sudah memahami apa yang dia suka dan apa yang dia mau sejak di bangku SMA. Yuyun yang saat sekolah memilih jurusan Bahasa mantap memilih jurusan Sastra Inggris di FIB Universitas Jember.
Kedua, tentunya dengan usaha yang maksimal serta diiringi dengan doa. Usaha yang maksimal itu tidak hanya belajar secara mandiri, namun untuk memperoleh pemahaman yang utuh, seringkali Yuyun membutuhkan diskusi dengan teman-teman lainnya. Oleh karenanya, tak jarang Yuyun menginisiasi diskusi terkait pelajaran yang diampu di kafe yang menyediakan papan tulis dan ruangan yang nyaman untuk belajar. Dari diskusi bersama teman-teman tadi pemahaman semakin jelas dan semangat belajar lebih meningkat.
Baca juga: Mudah Cari Kerja dan Bergaji Tinggi, Ini 10 Bahasa Asing yang Wajib Dikuasai
Untuk mendalami materi kuliah, Yuyun menyebutkan tidak ada cara belajar yang spesifik. Namun, minimal setiap sebelum tidur Yuyun menyempatkan untuk membaca buku, dan ketika bepergian pun selalu membawa buku supaya ketika sedang mengantri atau menunggu teman, dirinya bisa menghabiskan waktu dengan membaca buku.
Lihat Juga :