Terbesar dalam Sejarah, UINSU Wisuda 3.066 Sarjana Siap Saing di Kancah Global
Rabu, 21 Desember 2022 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
“Kami sangat berharap setelah diwisuda, mulai rencanakan apa yang ingin dicapai, tidak semata-mata mencari kerja, tapi bertekad menciptakan lapangan pekerjaan sehingga bisa membantu saudar yang lain,” ujar Ijeck, panggilan akrabnya, memotivasi.
Para wisudawan harus bisa menjadi pemimpin di berbagai bidang, khususnya bidang usaha. Menjadi entrepreneur yang inovatif dengan ide dan konsepnya sendiri.
“Kiranya kita juga bisa menjadi pemimpin di berbagai bidang, khususnya bidang usaha, menjadi pemimpin atau majikan di rumah kita sendiri. Harapan kami, kalian sebagai putra bangsa bisa memberikan sumbangsih buat bangsa dan negara,” katanya.
Mewakili Pemprov Sumut, Ijeck mengucapkan terima kasih kepada UINSU yang telah mencetak generasi penerus bangsa yang berkemampuan secara ilmu dan agama. Ijeck juga mengingatkan para wisudawan untuk terus meminta doa restu dari orang tua dalam menjalani kehidupan ke depannya, dan membuat mereka bangga.
“Tanpa perjuangan orang tua mungkin kalian tidak bisa masuk perguruan tinggi. Tak jarang ada orang tua sampai jual harta atau sekuat tenaga bekerja agar bisa menyekolahkan anaknya,” tutupnya.
Para wisudawan harus bisa menjadi pemimpin di berbagai bidang, khususnya bidang usaha. Menjadi entrepreneur yang inovatif dengan ide dan konsepnya sendiri.
“Kiranya kita juga bisa menjadi pemimpin di berbagai bidang, khususnya bidang usaha, menjadi pemimpin atau majikan di rumah kita sendiri. Harapan kami, kalian sebagai putra bangsa bisa memberikan sumbangsih buat bangsa dan negara,” katanya.
Mewakili Pemprov Sumut, Ijeck mengucapkan terima kasih kepada UINSU yang telah mencetak generasi penerus bangsa yang berkemampuan secara ilmu dan agama. Ijeck juga mengingatkan para wisudawan untuk terus meminta doa restu dari orang tua dalam menjalani kehidupan ke depannya, dan membuat mereka bangga.
“Tanpa perjuangan orang tua mungkin kalian tidak bisa masuk perguruan tinggi. Tak jarang ada orang tua sampai jual harta atau sekuat tenaga bekerja agar bisa menyekolahkan anaknya,” tutupnya.
(mpw)
Lihat Juga :