Untar Sediakan Layanan Psikososial Bagi Anak Penyintas Korban Gempa Cianjur
Kamis, 22 Desember 2022 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Tim psikososial yang diterjunkan Untar adalah tiga mahasiswa Psikologi Untar yaitu Endriansah Jayanto, Frida Condinata, dan Hanny Lyana yang dipimpin oleh Untung Subroto.
Tim psikososial Untar bersama PMI gabungan melakukan kegiatan dengan mendatangi posko pengungsian korban gempa yang berlokasi di Ciherang dan Cugenang, kemudian melakukan kegiatan psikososial yaitu menggambar bersama anak-anak penyintas gempa yang berusia 5 - 13 tahun. Kegiatan menggambar yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui ketakutan-ketakutan yang dirasakan oleh anak-anak penyintas gempa.
Dia menjelaskan, anak-anak yang turut serta dalam kegiatan menunjukan ekspresi yang senang dan antusias ketika mengetahui kegiatan yang akan dilakukan yaitu menggambar. Alat-alat yang digunakan dalam kegiatan ini cukup sederhana, terdiri dari kertas gambar, pensil warna, dan crayon.
Langkah pertama untuk melakukan kegiatan menggambar yaitu membagikan kertas gambar yang telah disiapkan, kemudian tim psikososial memberikan instruksi untuk melipat kertas menjadi dua bagian. Selanjutnya tim psikososial dan PMI membagikan alat untuk mewarnai. Anak-anak diminta untuk memilih warna yang paling tidak disukai, kemudian diarahkan untuk menggambar hal yang paling ditakuti.
Mulanya, anak mengalami kebingungan ketika diminta untuk menggambar hal yang tidak mereka sukai, mereka bingung bagaimana cara menggambar wujud dari rasa takut mereka. Namun seiring berjalannya waktu anak-anak mulai menemukan hal yang tidak disukai dan mulai menggambarkannya melalui media kertas dan alat pewarna.
Tim psikososial Untar bersama PMI gabungan melakukan kegiatan dengan mendatangi posko pengungsian korban gempa yang berlokasi di Ciherang dan Cugenang, kemudian melakukan kegiatan psikososial yaitu menggambar bersama anak-anak penyintas gempa yang berusia 5 - 13 tahun. Kegiatan menggambar yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui ketakutan-ketakutan yang dirasakan oleh anak-anak penyintas gempa.
Dia menjelaskan, anak-anak yang turut serta dalam kegiatan menunjukan ekspresi yang senang dan antusias ketika mengetahui kegiatan yang akan dilakukan yaitu menggambar. Alat-alat yang digunakan dalam kegiatan ini cukup sederhana, terdiri dari kertas gambar, pensil warna, dan crayon.
Langkah pertama untuk melakukan kegiatan menggambar yaitu membagikan kertas gambar yang telah disiapkan, kemudian tim psikososial memberikan instruksi untuk melipat kertas menjadi dua bagian. Selanjutnya tim psikososial dan PMI membagikan alat untuk mewarnai. Anak-anak diminta untuk memilih warna yang paling tidak disukai, kemudian diarahkan untuk menggambar hal yang paling ditakuti.
Mulanya, anak mengalami kebingungan ketika diminta untuk menggambar hal yang tidak mereka sukai, mereka bingung bagaimana cara menggambar wujud dari rasa takut mereka. Namun seiring berjalannya waktu anak-anak mulai menemukan hal yang tidak disukai dan mulai menggambarkannya melalui media kertas dan alat pewarna.
Lihat Juga :