7 Mitos Tentang Pesantren. Benarkah?

Senin, 26 Desember 2022 - 12:02 WIB
loading...
A A A
4.Pesantren itu mengandung kekerasan dalam senioritas
Maraknya pemberitaan di media terkait kekerasan yang dilakukan oleh oknum di lembaga pendidikan pesantren seakan-akan digeneralisir menunjukkan citra pesantren yang tinggi akan senioritas dan unsur kekerasannya. Padahal dalam Islam ditekankan bahwa semakin tinggi derajat seseorang, maka semakin tinggi pula ketakwaannya. Begitu pula di Pondok Pesantren Modern Al
Umanaa, lingkungan dibentuk sebagai cerminan persaudaraaan antar satu sama lain, di mana yang tua membimbing yang muda dan yang muda menghormati yang lebih tua. Dalam pemilihan pemimpin organisasi santri pun lebih diutamakan aspek akhlak dibanding usia. Pemberian konsekuensi dan pembimbingan santri tidak 100% dibebankan pada organisasi santri, namun masih dalam pengawalan dewan guru dan pimpinan pondok.

5.Pesantren itu makanannya seadanya, tidak bergizi
Pandangan yang juga tak jarang kita ketahui, bahwa makanan yang dikonsumsi santri jauh dari pola makan yang sehat. Baik dari sisi nutrisi dalam menu makanan, maupun waktu makan yang tidak teratur. Padahal, salah satu kunci membangun Kesehatan fisik ialah melalui pola makan yang sehat dan teratur. Di Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, santri mendapatkan menu makanan dengan gizi seimbang dan bervariasi, agar santri tercukupi gizinya. Variasi menu pun dibuat untuk melatih santri agar tidak pilih-pilih makanan di kemudian hari. Selain itu, pola makan yang teratur diwujudkan dengan makan 3 kali sehari yang terdiri atas makan pagi di pukul 6 hingga 7 pagi, makan siang di pukul 12.00-13.00, dan makan sore di pukul 17.00 hingga sebelum maghrib. Santri tidak diperkenankan makan berat 3 jam sebelum tidur malam demi menjaga kesehatan tubuhnya.

6. Di Pesantren Hanya Belajar Agama
Pondok Pesantren Modern Al Umanaa memfasilitasi santri dengan 3 kurikulum, yaitu kurikulum kementerian agama, kementerian Pendidikan dan kebudayaan, serta kurikulum khas Al Umanaa. Kurikulum khas Al Umanaa terdiri atas pembelajaran 5 bahasa asing (Inggris, Arab, Jepang, Mandarin, dan Jerman), public speaking, literasi, pertanian dan peternakan, dan lain sebagainya. Selain itu, santri juga dibekalkan dengan berbagai macam keterampilan dalam kesehariannya seperti kemandirian, leadership, dan entrepreneuship. Oleh karena itu, tenaga pengajar Pondok Pesantren Modern Al Umanaa berasal dari berbagai latar belakang Pendidikan untuk memenuhi kualitas pengajaran pada santri.

7.Lulusan pesantren terbatas pilihan bidangnya
Masih berkaitan erat dengan mitos nomor 6, Ketika pesantren diidentikan hanya belajar agama, maka lulusannya pun terkesan hanya terbatas pada bidang Pendidikan agama saja. Berprinsip bahwa setiap anak itu cerdas, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa mendorong setiap santri untuk berkarya sesuai minat, bakat, dan potensinya masing-masing. Saat ini lulusan Pondok Pesantren Modern Al Umana sudah tersebar di beberapa universitas di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Politeknik Negeri Jakarta, dan lainnya.

Masih ragu untuk memilih pesantren? Ayah Ibu bisa mencoba untuk mengajak sang buah hati berkunjung ke Pondok Pesantren Modern Al Umanaa Sukabumi. Al Umanaa membuka open house setiap hari dari pukul 08.00 - 17.00. Saat berkunjung ke Al Umanaa, Ayah Ibu akan didampingi oleh Ustadz dan Ustadzah untuk berkeliling mengenal seluk beluk Al Umanaa secara mendalam.
(srf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Salurkan BOS...
Kemenag Salurkan BOS Pesantren Rp111,9 Miliar Jelang Lebaran
Mengenang Jasa KH Abdul...
Mengenang Jasa KH Abdul Wahab Turcham: Tanamkan Pendidikan Karakter, Lahirkan Anak Didik Sukses
Manajemen Pesantren...
Manajemen Pesantren Berbasis Kinerja Jadi Sorotan Kuliah Umum Universitas Darunnajah
UDN Jakarta Perkenalkan...
UDN Jakarta Perkenalkan Prodi Manajemen Pesantren, Ulama MUI Nilai Sangat Strategis
Darunnajah di Pleno...
Darunnajah di Pleno 'Ketahanan Pangan': Pesantren Sebagai Aktor Ekonomi Produktif
Riwayat Pendidikan Gus...
Riwayat Pendidikan Gus Elham Yahya, Dai Muda Kediri yang Viral
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Rekomendasi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
Berita Terkini
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved