FTUI Rancang Alat Sortir Telur Otomatis untuk Bantu UMKM Peternakan
Jum'at, 06 Januari 2023 - 13:45 WIB
loading...
Tim dosen dan peneliti FTUI merancang alat sortir telur otomatis untuk membantu UMKM peternakan telur di Indonesia. Foto/MPI/Sutikno.
A
A
A
JAKARTA - Tim dosen dan peneliti Universitas Indonesia ( UI ) merancang alat sortir telur otomatis untuk membantu UMKM peternakan telur di Indonesia. Alat ini merupakan produk karya anak bangsa yang belum banyak dijual di pasaran.
Inovasi ini dilatarbelakangi kurangnya produktivitas UMKM peternakan telur di Indonesia karena memerlukan waktu 2–3 jam per hari untuk memanen telur, menghitung jumlahnya, dan menimbang total berat telur. Setiap orang hanya mampu menangani populasi 3.000–4.000 ekor. Angka ini jauh di bawah rata-rata produktivitas peternak ayam petelur di negara pesaing, seperti China, Amerika, dan India.
Baca juga: Beasiswa Taiwan ICDF Scholarship Sudah Dibuka, Kuliah Gratis S2-S3
Kondisi ini membuat tim dosen dan peneliti dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI) merancang alat sortir telur otomatis yang dapat memproses 6.000 telur per jam atau dua kali lebih banyak dari cara konvensional. Alat produksi FTUI ini berukuran lebih kecil dari alat serupa hasil produksi luar negeri dan dibandrol dengan harga terjangkau, yaitu Rp30.000.000,00. Pembuatan alat ini terwujud berkat pengabdian kepada masyarakat (pengmas) yang didanai oleh Program Matching Fund Batch 3 Kedaireka Tahun 2022.
“Alhamdulillah, kegiatan yang digagas Tim FTUI berhasil menjadi 1 dari 12 pengmas yang disetujui dalam Program Kedaireka. Kami melihat kondisi UMKM peternak telur di lapangan masih bersifat labor-intensive. Oleh karena itu, bersama Yayasan Edu Farmers International, kami merancang alat ini untuk meningkatkan produktivitas UMKM peternak telur ayam dan meningkatkan value telur ayam yang diproduksi dengan skema pelabelan otomatis,” kata Ketua Tim Pengmas DTMM FTUI Dr. Jaka Fajar Fatriansyah, dikutip dari laman UI, Jumat (6/1/2023).
Inovasi ini dilatarbelakangi kurangnya produktivitas UMKM peternakan telur di Indonesia karena memerlukan waktu 2–3 jam per hari untuk memanen telur, menghitung jumlahnya, dan menimbang total berat telur. Setiap orang hanya mampu menangani populasi 3.000–4.000 ekor. Angka ini jauh di bawah rata-rata produktivitas peternak ayam petelur di negara pesaing, seperti China, Amerika, dan India.
Baca juga: Beasiswa Taiwan ICDF Scholarship Sudah Dibuka, Kuliah Gratis S2-S3
Kondisi ini membuat tim dosen dan peneliti dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI) merancang alat sortir telur otomatis yang dapat memproses 6.000 telur per jam atau dua kali lebih banyak dari cara konvensional. Alat produksi FTUI ini berukuran lebih kecil dari alat serupa hasil produksi luar negeri dan dibandrol dengan harga terjangkau, yaitu Rp30.000.000,00. Pembuatan alat ini terwujud berkat pengabdian kepada masyarakat (pengmas) yang didanai oleh Program Matching Fund Batch 3 Kedaireka Tahun 2022.
“Alhamdulillah, kegiatan yang digagas Tim FTUI berhasil menjadi 1 dari 12 pengmas yang disetujui dalam Program Kedaireka. Kami melihat kondisi UMKM peternak telur di lapangan masih bersifat labor-intensive. Oleh karena itu, bersama Yayasan Edu Farmers International, kami merancang alat ini untuk meningkatkan produktivitas UMKM peternak telur ayam dan meningkatkan value telur ayam yang diproduksi dengan skema pelabelan otomatis,” kata Ketua Tim Pengmas DTMM FTUI Dr. Jaka Fajar Fatriansyah, dikutip dari laman UI, Jumat (6/1/2023).
Lihat Juga :