IPB Berhasil Fasilitasi 115 Startup, Tertinggi di Antara Kampus Lain
Kamis, 12 Januari 2023 - 00:30 WIB
loading...
Prof Arif Satria, Rektor IPB University dalam Sidang Paripurna Terbuka MWA dan Laporan Pertanggungjawaban Rektor Periode 2017-2022. Foto/Humas IPB University.
A
A
A
JAKARTA - IPB University terus berupaya membangun ekosistem yang mampu mendukung pengembangan dan hilirisasi inovasi unggul. Salah satunya melalui Science Techno Park (STP), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dengan program inkubasi inovasi dan UMKM .
Hal ini disampaikan Rektor IPB University Prof Arif Satria dalam Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) dan Laporan Pertanggungjawaban Rektor Periode 2017-2022 dengan tema “Keunggulan Inovasi Navigator Transformasi IPB Menuju Techno Sociopreneur University,”.
Dalam kesempatan itu, Rektor membacakan laporan masterplan STP LPPM IPB University yang salah satunya berupa pembangunan gedung Startup Center enam lantai yang baru selesai Januari 2023 ini. Disusul dengan rencana pembangunan Halal Science Center dengan enam lantai.
Baca juga: Ini Hal yang Penting Diketahui untuk Daftar Beasiswa dan Kuliah di UK
“Program inkubasi startup yang telah dilakukan IPB University telah berlangsung sejak tahun 2018 – 2022. Program ini sangat penting karena STP memiliki fungsi memperkuat inkubasi bisnis dengan start up baru,” katanya. Ia menambahkan, jumlah start up yang diinkubasi selama lima tahun terakhir sebanyak 115 tenant dengan bidang pangan, kesehatan, industri kreatif dan teknologi informasi dan komunikasi. Jumlah ini terbanyak di Indonesia di antara perguruan tinggi lainnya.
“Hasilnya ternyata UMKM dan perusahaan yang kita inkubasi di IPB University, jumlah tenaga kerjanya naik 66 persen dan omsetnya naik 70 persen. Artinya IPB University membawa berkah bagi UMKM di Indonesia,” ungkap Prof Arif, melalui siaran pers, Kamis (11/1/2023).
Secara total, lanjutnya, sejumlah 327 startup telah diinkubasi IPB University sejak tahun 1994 dengan tingkat keberhasilan 70,6 persen. Ia mengapresiasi tim STP LPPM IPB University yang mendorong pengembangan bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia. “Mitra pengguna layanan dan benchmarking STP IPB University selalu menjadi tempat untuk berkunjung dan menjadi tempat wisata,” lanjutnya.
Hal ini disampaikan Rektor IPB University Prof Arif Satria dalam Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) dan Laporan Pertanggungjawaban Rektor Periode 2017-2022 dengan tema “Keunggulan Inovasi Navigator Transformasi IPB Menuju Techno Sociopreneur University,”.
Dalam kesempatan itu, Rektor membacakan laporan masterplan STP LPPM IPB University yang salah satunya berupa pembangunan gedung Startup Center enam lantai yang baru selesai Januari 2023 ini. Disusul dengan rencana pembangunan Halal Science Center dengan enam lantai.
Baca juga: Ini Hal yang Penting Diketahui untuk Daftar Beasiswa dan Kuliah di UK
“Program inkubasi startup yang telah dilakukan IPB University telah berlangsung sejak tahun 2018 – 2022. Program ini sangat penting karena STP memiliki fungsi memperkuat inkubasi bisnis dengan start up baru,” katanya. Ia menambahkan, jumlah start up yang diinkubasi selama lima tahun terakhir sebanyak 115 tenant dengan bidang pangan, kesehatan, industri kreatif dan teknologi informasi dan komunikasi. Jumlah ini terbanyak di Indonesia di antara perguruan tinggi lainnya.
“Hasilnya ternyata UMKM dan perusahaan yang kita inkubasi di IPB University, jumlah tenaga kerjanya naik 66 persen dan omsetnya naik 70 persen. Artinya IPB University membawa berkah bagi UMKM di Indonesia,” ungkap Prof Arif, melalui siaran pers, Kamis (11/1/2023).
Secara total, lanjutnya, sejumlah 327 startup telah diinkubasi IPB University sejak tahun 1994 dengan tingkat keberhasilan 70,6 persen. Ia mengapresiasi tim STP LPPM IPB University yang mendorong pengembangan bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia. “Mitra pengguna layanan dan benchmarking STP IPB University selalu menjadi tempat untuk berkunjung dan menjadi tempat wisata,” lanjutnya.
Lihat Juga :