NU Bogor Deklarasi Tolak 'Full Day School' Dihadapan Siswa dan Warga

Minggu, 13 Agustus 2017 - 19:15 WIB
NU Bogor Deklarasi Tolak...
NU Bogor Deklarasi Tolak 'Full Day School' Dihadapan Siswa dan Warga
A A A
BOGOR - Gelombang aksi penolakan atas peraturan menteri pendidikan tentang program sekolah lima hari atau Full Day School (FDS), kembali dilakukan sejumlah elemen masyarakat.

Diantaranya, Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bogor bersama ulama, siswa, masyarakat disaksikan langsung Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, TNI dan Polri mendeklarasikan penolakan terhadap aturan FDS, Minggu (13/08).

Ketua PC NU Kabupaten Bogor KH Romdhon menegaskan pihaknya sudah mengkaji dan melihat perkembangan dilapangan terkait Permendikbud Nomor 27 tahun 2017 tentang hari sekolah, sebagai dasar lima hari sekolah itu mengancam eksistensi Madrasah Diniyah.

"Madrasah Diniyah ini sudah berpuluh-puluh tahun berkontribusi besar terhadap pembentukan karakter masyarakat muslim Indonesia yang Moderat hingga sekarang ini. Hari ini saja, kondisi guru dan siswa diniyah bisa kita lihat, baik prasarananya maupun kesejahteraannya. Apalagi, jika kebijakan itu diterapkan, dari pagi sampai sore tentu dia tak akan ke diniyah," katanya.

Pernyataan sikap yang dideklarasikan dan dibacakan saat ini kemudian disampaikan kepada DPRD Kabupaten Bogor ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial sebagai Jam'iyyah Diniyah dan Ijtima'iyyah.

"Intinya kami menolak pemberlakuan lima hari sekolah, karena tak sesuai dengan keragaman dan kondisi geografis dan sosiologis masyarakat di Indonesia. Kami meminta Pemkab Bogor untuk mewakili kepentingan masyarakat Kabupaten Bogor yang sangat kaya dengan keragaman tentang pendidikan lokal," jelasnya.

Pihaknya meyakini jika aturan FDS ini dapat mengakibatkan Sekolah Diniyah ini bakal gulung tikar. "Maka dari itu PC NU Kabupaten Bogor membuat pernyataan sikap, yang di antaranya meminta pemerintah pusat untuk mencabut Permendikbud No 23/2017 ini. Karena jumlah madrasah diniyah di Kabupaten Bogor saat ini sudah mencapai 900," katanya.
(pur)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
21 menit yang lalu
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
49 menit yang lalu
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
3 jam yang lalu
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
3 jam yang lalu
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
6 jam yang lalu
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
7 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved