Mahasiswi UNY Berhasil Olah Urine Kelinci Jadi Pupuk Cair Organik

Kamis, 14 September 2017 - 06:02 WIB
Mahasiswi UNY Berhasil...
Mahasiswi UNY Berhasil Olah Urine Kelinci Jadi Pupuk Cair Organik
A A A
YOGYAKARTA - Para peternak kelinci, biasanya hanya memelihara hewan tersebut untuk dijual, baik yang sudah dewasa untuk dikonsumsi maupun anakan kelinci untuk bibit. Padahal selain dagingnya, sebenarnya ada manfaat lain dari kelinci, yakni urinenya bisa dijadikan pupuk cair organik.

Kalaupun ada juga yang menjual urine kelinci, namun hanya mentahan. Padahal jika urine kelinci diolah menjadi pupuk cair organik bukan hanya mempunyai nilai ekonomis tetapi juga dapat meningkatkan hasil pertanian, termasuk menjaga kesuburan tanah.

Hal inilah yang mendorong mahasiswi program studi (Prodi) Kimia, Fakultas MIPA, Universtas Negeri Yogyakarta (UNY) Dwi Lestari melakukan penelitian tentang bagaimana mengolah urine kelinci menjadi pupuk cair organik.

Penelitian ini berawal saat melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Sidatan, Kalidengen, Temon, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 10 Agustus-9 September lalu. Saat KKN itu, ia melihat warga Dusun Sidatan yang beternak kelinci belum memanfaatkan urine hewan piarannya secara maksimal. Mereka hanya menjualnya secara mentah, dengan harga Rp1.000 per liter. Padahal jika diolah menjadi pupuk seperempat liter harganya Rp10.000.

“Dari situ saya membandingkan urine kelinci dengan urine sapi dan manusia. Hasilnya kandungan nitrogen, fosfor dan kalium urine kelinci lebih tinggi dibandingkan urine lainnya. Saya kemudian mencari literatur untuk pengolahan urine kelinci menjadi pupuk cair organik,” kata mahasiswa UNY angkatan 2014 itu di kampus UNY, Rabu (13/9/2017).

Berbekal dari literatur ditunjang dengan prodi yang sekarang ia geluti, Dwi dapat menformalisasikan urine kelinci diolah menjadi pupuk cair organik yang ramah lingkungan dan yang tidak kalah dengan pupuk pabrikan. Termasuk dapat menyuburkan tanah dan tanaman dan tentu saja akan meningkatkan produksi pertanian.

Dwi Lestari menjelaskan bahan untuk membuat pupuk cair organik, yaitu 1,5 liter urine kelinci, satu sendok makam effective microorganism (EM) 4 dan seperempat batang gula merah yang dicairkan. EM4 merupakan campuran beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan bagi proses penyerapan unsur hara dalam tanah.

Cara membuatnya, urine kelinci yang sudah dicampur dengan EM4 dan gula merah yang sudah dicarikan dituangkan dalam jerigen berkapasitas 5 liter. Bahan yang sudah tercampur itu kemudian diaduk dengan rata.

Setelah itu didiamkan di tempat teduh selama 7-8 hari. Sesekali jerigen dibuka untuk membuang gas fermentasi. Setelah itu pupuk cair organik dari urine kelinci sudah bisa digunakan.

“Pemakaiannya, dengan mencampurkan 0,5 liter larutan urine kelinci yang sudah diolah itu dengan air 10 liter. Setelah itu bisa disemprotkan ke tanaman,” paparnya.

Dari laporan warga Sidatan yang sudah mencoba pupuk cair organik dari urine kelinci itu pada tanaman cabai, menunjukkan tanaman cabai itu terlibat subur dalam waktu 7 hari. Ini menunjukkan pupuk cair ini sangat bagus untuk tanaman serta kesuburan tanah. Termasuk diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian.

“Bukan itu saja. Yang jelas dengan pupuk cair organik dari urine kelinci ini juga dapat menambah penghasilan warga,” ungkapnya.

Sugiarti Merintika, mahasiswa Prodi Pendidikan Sosilogi UNY teman KKN Dwi Lestari menambahkan, karena pembuatan olahan pupuk organik dari urine kelinci ini cukup mudah dan dapat dipraktikan sendiri di rumah tanpa memerlukan teknologi dan modal yang mahal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani.
(poe)
Berita Terkait
Kemendiktisaintek dan...
Kemendiktisaintek dan ADB Sepakat Perkuat Riset dan Pendidikan Tinggi Indonesia
Penggabungan Kemenristek-Kemendikbud...
Penggabungan Kemenristek-Kemendikbud Tingkatkan Penelitian dan Inovasi Kampus
Fitbit Flow, Ventilator...
Fitbit Flow, Ventilator Darurat Berkualitas Tinggi
Wamendiktisaintek Stella...
Wamendiktisaintek Stella Christie: Duplikasi di Dunia Sains Itu Baik
UT Dorong Pengembangan...
UT Dorong Pengembangan Penelitian Multidisiplin dari Akademisi
Gaet Inventor Perguruan...
Gaet Inventor Perguruan Tinggi, AII Dukung Hilirisasi Hasil Riset di Indonesia
Berita Terkini
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
12 jam yang lalu
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
12 jam yang lalu
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
12 jam yang lalu
Siswi Indonesia Raih...
Siswi Indonesia Raih The Best Delegate di AYIMUN BSD Chapter 2026, Kantongi Beasiswa ke AWMUN Bali
1 hari yang lalu
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
1 hari yang lalu
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
1 hari yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved