Keren! Singkirkan 488 Tim dari 30 Negara, Siswa MAN 1 Jembrana Raih Emas Ajang Riset Internasional
Senin, 13 Maret 2023 - 14:52 WIB
Kepala MAN 1 Jembrana, Agus Subagya mengucap bangga atas raihan emas yang ditorehkan oleh siswa-siswinya. Ia mengatakan hipotesa merupakan salah satu wadah di dalam Program Unggulan Prestisius Mansaja yang terus mendongkrak prestasi MAN 1 Jembrana. Inovasi dan kreatifitas para pembina dan siswa-siswi mampu mengharumkan nama MAN 1 Jembrana.
Baca juga: Daftar 10 MAN Terbaik di Indonesia, Rekomendasi PPDB 2023
Medali emas intenasional yang ke sekian kalinya ini bagi Agus sebagai tolok ukur bahwa MAN 1 Jembrana menjadi salah satu madrasah dengan klasterisasi unggul. Agus berharap prestasi ini dapat diikuti oleh seluruh subprogram yang ada pada Prestisius Mansaja.
Tentunya, kata Agus, melalui peraihan medali emas pada ajang YISF ini menjadi tolok ukur bahwa MAN 1 Jembrana layak diperhitungkan sebagai madrasah unggulan. Harapannya, prestasi besar tidak hanya terlahir dari Hipotesa tetapi juga terlahir dari subprogram Prestisius Mansaja lainnya.
"Saya selaku pimpinan juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Pembina Hipotesa Ibu Lilik Muntamah, M.Si. dan Bapak Khairul Yazid, S.Pd. atas kerja kerasnya sehingga mampu mengantarkan siswa-siswi ke puncak prestasi,” ujar Agus dalam keterangan pers, Senin (13/3/2023).
Muhammad Ziyad Wafi Sidqi selaku ketua tim peneliti muda tersebut menjelaskan ide penelitian diperoleh saat mereka melakukan observasi ke sawah di sekitar madrasah. Hasil observasi yang dilakukan ditemukan fakta bahwa petani mengeluh padi mereka rusak karena hama keong mas. Atas dasar itu, keempat siswa kreatif tersebut membuat formula pengendali hama telur keong mas sejak dini menggunakan daun tanaman mangrove.
Baca juga: Daftar 10 MAN Terbaik di Indonesia, Rekomendasi PPDB 2023
Medali emas intenasional yang ke sekian kalinya ini bagi Agus sebagai tolok ukur bahwa MAN 1 Jembrana menjadi salah satu madrasah dengan klasterisasi unggul. Agus berharap prestasi ini dapat diikuti oleh seluruh subprogram yang ada pada Prestisius Mansaja.
Tentunya, kata Agus, melalui peraihan medali emas pada ajang YISF ini menjadi tolok ukur bahwa MAN 1 Jembrana layak diperhitungkan sebagai madrasah unggulan. Harapannya, prestasi besar tidak hanya terlahir dari Hipotesa tetapi juga terlahir dari subprogram Prestisius Mansaja lainnya.
"Saya selaku pimpinan juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Pembina Hipotesa Ibu Lilik Muntamah, M.Si. dan Bapak Khairul Yazid, S.Pd. atas kerja kerasnya sehingga mampu mengantarkan siswa-siswi ke puncak prestasi,” ujar Agus dalam keterangan pers, Senin (13/3/2023).
Muhammad Ziyad Wafi Sidqi selaku ketua tim peneliti muda tersebut menjelaskan ide penelitian diperoleh saat mereka melakukan observasi ke sawah di sekitar madrasah. Hasil observasi yang dilakukan ditemukan fakta bahwa petani mengeluh padi mereka rusak karena hama keong mas. Atas dasar itu, keempat siswa kreatif tersebut membuat formula pengendali hama telur keong mas sejak dini menggunakan daun tanaman mangrove.
Lihat Juga :