Atdikbud Apresiasi Semangat Guru di Australia Barat Ajarkan Bahasa Indonesia
Selasa, 21 Maret 2023 - 21:08 WIB
Baca juga: Lawan 66 Negara, Siswa SMA Cikal Amri Setu Raih Perunggu di Olimpiade Ekonomi Dunia
Sebaliknya, ada juga sekolah yang memiliki cukup murid yang ingin belajar bahasa Indonesia, tapi kesulitan memperoleh guru, sehingga siswa diminta belajar bahasa asing lainnya.
Menurut Najib, menjayakan kembali bahasa Indonesia di Australia dapat dimulai dengan menyelesaikan persoalan kesenjangan penawaran dan permintaan.
“Untuk menciptakan permintaan, kita lakukan promosi intensif kepada siswa, kepala sekolah dan orang tua. Kita kenalkan mereka dengan Indonesia agar mereka tertarik dan mau belajar bahasa Indonesia. Sementara untuk menjawab persoalan kurangnya penawaran, kami akan mengundang guru dari Indonesia untuk mengisi kekosongan guru bahasa di sekolah-sekolah Australia,” jelas Najib.
Saat ini Najib mengaku sudah berkomunikasi dengan Badan Bahasa Kemendikbudristek dan pimpinan universitas di Indonesia yang memiliki program studi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) agar dapat mengirimkan guru bantu ke Australia. Nantinya guru bantu bisa disebar ke sekolah-sekolah di Australia yang membutuhkan.
“Peluang untuk mengirimkan guru bantu sangat terbuka, beberapa universitas di Indonesia setuju untuk mengirim mahasiswa yang sedang praktek mengajar untuk menjadi guru bantu di Australia. Badan Bahasa Kemendikbud juga siap mendukung pengiriman guru maupun peningkatan kapasitas guru di Australia. Kita perlu bicarakan bagaimana teknis selanjutnya agar bisa berjalan dengan baik,” jelas Najib.
Dalam kesempatan tersebut Atdikbud Najib juga memberi apresiasi yang tinggi kepada guru-guru di Australia Barat yang selalu bersemangat dalam mengajar dan mempromosikan bahasa Indonesia.
Sebaliknya, ada juga sekolah yang memiliki cukup murid yang ingin belajar bahasa Indonesia, tapi kesulitan memperoleh guru, sehingga siswa diminta belajar bahasa asing lainnya.
Menurut Najib, menjayakan kembali bahasa Indonesia di Australia dapat dimulai dengan menyelesaikan persoalan kesenjangan penawaran dan permintaan.
“Untuk menciptakan permintaan, kita lakukan promosi intensif kepada siswa, kepala sekolah dan orang tua. Kita kenalkan mereka dengan Indonesia agar mereka tertarik dan mau belajar bahasa Indonesia. Sementara untuk menjawab persoalan kurangnya penawaran, kami akan mengundang guru dari Indonesia untuk mengisi kekosongan guru bahasa di sekolah-sekolah Australia,” jelas Najib.
Saat ini Najib mengaku sudah berkomunikasi dengan Badan Bahasa Kemendikbudristek dan pimpinan universitas di Indonesia yang memiliki program studi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) agar dapat mengirimkan guru bantu ke Australia. Nantinya guru bantu bisa disebar ke sekolah-sekolah di Australia yang membutuhkan.
“Peluang untuk mengirimkan guru bantu sangat terbuka, beberapa universitas di Indonesia setuju untuk mengirim mahasiswa yang sedang praktek mengajar untuk menjadi guru bantu di Australia. Badan Bahasa Kemendikbud juga siap mendukung pengiriman guru maupun peningkatan kapasitas guru di Australia. Kita perlu bicarakan bagaimana teknis selanjutnya agar bisa berjalan dengan baik,” jelas Najib.
Dalam kesempatan tersebut Atdikbud Najib juga memberi apresiasi yang tinggi kepada guru-guru di Australia Barat yang selalu bersemangat dalam mengajar dan mempromosikan bahasa Indonesia.
Lihat Juga :