Kemenag Serahkan 100 KMA Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama, Ini Daftarnya
Selasa, 27 Juni 2023 - 11:30 WIB
Ditjen Pendis kemenag menyerahkan 100 KMA tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama di Perguruan Tinggi Keagamaan. Foto/Dok/Kemenag
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ( Ditjen Pendis ) Kemenag menyerahkan 100 Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama di Perguruan Tinggi Keagamaan.
Penyerahan KMA gelar akademik tertinggi dosen itu dilaksanakan di Lantai 2 Gedung Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani.
Baca juga: 12 Dosen UIN Jakarta Ditetapkan Jadi Guru Besar, Ini Harapan Rektor
“Professor merupakan babak baru dalam perjalanan akademik yang harus diikuti dengan tanggungjawab intelektual dan sosial,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Selasa (27/6/2023).
Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini berpesan, seorang professor harus bisa responsif terhadap perubahan. “Perubahan dunia akademik dan sosial kemasyarakatan meniscayakan kehadiran guru besar, karena setiap kata-katanya adalah ilmu dan yang dilakukan adalah teladan,” tegasnya.
Dhani melanjutkan, guru besar adalah sebuah awal dalam memasuki ruang baru gelar akademik tertinggi, karenanya harus di topang teknologi yang mendorong perkembangan kelimuan. “Hakekat dari guru besar adalah dia yang tak berhenti belajar," tegasnya.
Baca juga: Pendaftaran Seleksi Program Gelar Beasiswa Indonesia Bangkit Diperpanjang hingga 10 Juli 2023
Jika seorang professor berhenti belajar, lanjutnya, maka itu pertanda kematian yang hakiki, karena, orang yang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu dan orang yang terus belajar menjadi pemilih masa depan.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ahmad Zainul Hamdi, yang turut serta dalam penyerahan KMA tersebut mengatakan proses penyerahan KMA Guru Besar ini menjadi sebuah harapan agar membawa kebaikan, minimal meningkatkan akreditasi perguruan tingginya masing-masing.
"Selamat atas gelar akademik tertingginya, terus berkarya dan terus menambah kebaikan dan keutamaan untuk Indonesia," tekan Zainul Hamdi.
Hadir dalam penyerahan KMA Guru Besar adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Dr. Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd, Kepala Biro Kepegawaian, Dr. Nuruddin, M.Si, Para Kasi dan JFT pada Subdit Ketenagaan Diktis Mustaqim, Ummu Shofiyah, Effi, Riri, Kasubbag TU Diktis Ajang Pradita dan 86 penerima KMA Guru Besar Ilmu Agama dari 100 Guru Besar yang ditetapkan.
1. Dr. Armiadi, S.Ag., M.A - UIN Ar-Raniry Banda Aceh
2. Dr. H. Husnul Yaqin, M.Ed - UIN Antasari Banjarmasin
3. Dr. Abdul Chalik, M.Ag - UIN Sunan Ampel Surabaya
4. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, S.H.I., M.A. - UIN Sumatera Utara
5. Dr. H. Marjuni, S.Ag., M.Pd.I - UIN Alauddin Makassar
6. Dr. Drs. I Putu Gede Parmajaya, M.Pd - STAHN Mpu Kuturan Singaraja
7. Dr. Muhammad Wildan, M.A. - UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta
8. Dr. Hj. Yeni Huriani, M.Hum. - UIN Sunan Gunung Djati Bandung
9. Dr. H. Wardani, M. Ag - UIN Antasari Banjarmasin
10. Dr. H. Achmad, M.Ag - IAIN Syekh Nurjati Cirebon
11. Dr. Muhibbuthabry, M.Ag - UIN Ar-Raniry Banda Aceh
12. Dr. Nihayatul Maskuroh, M.SI - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
13. Dr. Muktafi , M.Ag - UIN Sunan Ampel Surabaya
14. Dr. Maemonah, M.Ag - UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta
15. Dr. Suyadi, S.Pd.I., M.Pd.I - FAI Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
16. Dr. Hendra Harmi, S.Ag.,M.Pd. - IAIN Curup
17. Dr. Hj. Sardjuningsih, M.Ag - IAIN Kediri
18. Dr. H. Fathul Mufid, M.S.I - IAIN Kudus
19. Dr. Hj. Anita Rahmawaty, M.Ag., CRA - IAIN Kudus
20. Dr. H. Maimun, S.Ag., M.H.I - Institut Agama Islam Negeri Madura
21. Dr. Agus Waluyo, M.Ag. - UIN Salatiga
22. Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. - Institut Agama Islam Negeri Madura
23. Dr. Ahmad Muradi, M.Ag - UIN Antasari Banjarmasin
24. Dr. Ridwan, M.CL - UIN Ar-Raniry Banda Aceh
25. Dr. H. Marwazi, M.Ag - UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi
Penyerahan KMA gelar akademik tertinggi dosen itu dilaksanakan di Lantai 2 Gedung Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani.
Baca juga: 12 Dosen UIN Jakarta Ditetapkan Jadi Guru Besar, Ini Harapan Rektor
“Professor merupakan babak baru dalam perjalanan akademik yang harus diikuti dengan tanggungjawab intelektual dan sosial,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Selasa (27/6/2023).
Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini berpesan, seorang professor harus bisa responsif terhadap perubahan. “Perubahan dunia akademik dan sosial kemasyarakatan meniscayakan kehadiran guru besar, karena setiap kata-katanya adalah ilmu dan yang dilakukan adalah teladan,” tegasnya.
Dhani melanjutkan, guru besar adalah sebuah awal dalam memasuki ruang baru gelar akademik tertinggi, karenanya harus di topang teknologi yang mendorong perkembangan kelimuan. “Hakekat dari guru besar adalah dia yang tak berhenti belajar," tegasnya.
Baca juga: Pendaftaran Seleksi Program Gelar Beasiswa Indonesia Bangkit Diperpanjang hingga 10 Juli 2023
Jika seorang professor berhenti belajar, lanjutnya, maka itu pertanda kematian yang hakiki, karena, orang yang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu dan orang yang terus belajar menjadi pemilih masa depan.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ahmad Zainul Hamdi, yang turut serta dalam penyerahan KMA tersebut mengatakan proses penyerahan KMA Guru Besar ini menjadi sebuah harapan agar membawa kebaikan, minimal meningkatkan akreditasi perguruan tingginya masing-masing.
"Selamat atas gelar akademik tertingginya, terus berkarya dan terus menambah kebaikan dan keutamaan untuk Indonesia," tekan Zainul Hamdi.
Hadir dalam penyerahan KMA Guru Besar adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Dr. Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd, Kepala Biro Kepegawaian, Dr. Nuruddin, M.Si, Para Kasi dan JFT pada Subdit Ketenagaan Diktis Mustaqim, Ummu Shofiyah, Effi, Riri, Kasubbag TU Diktis Ajang Pradita dan 86 penerima KMA Guru Besar Ilmu Agama dari 100 Guru Besar yang ditetapkan.
Berikut daftar 100 penerima KMA Guru Besar Rumpun Ilmu Agama:
1. Dr. Armiadi, S.Ag., M.A - UIN Ar-Raniry Banda Aceh2. Dr. H. Husnul Yaqin, M.Ed - UIN Antasari Banjarmasin
3. Dr. Abdul Chalik, M.Ag - UIN Sunan Ampel Surabaya
4. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, S.H.I., M.A. - UIN Sumatera Utara
5. Dr. H. Marjuni, S.Ag., M.Pd.I - UIN Alauddin Makassar
6. Dr. Drs. I Putu Gede Parmajaya, M.Pd - STAHN Mpu Kuturan Singaraja
7. Dr. Muhammad Wildan, M.A. - UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta
8. Dr. Hj. Yeni Huriani, M.Hum. - UIN Sunan Gunung Djati Bandung
9. Dr. H. Wardani, M. Ag - UIN Antasari Banjarmasin
10. Dr. H. Achmad, M.Ag - IAIN Syekh Nurjati Cirebon
11. Dr. Muhibbuthabry, M.Ag - UIN Ar-Raniry Banda Aceh
12. Dr. Nihayatul Maskuroh, M.SI - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
13. Dr. Muktafi , M.Ag - UIN Sunan Ampel Surabaya
14. Dr. Maemonah, M.Ag - UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta
15. Dr. Suyadi, S.Pd.I., M.Pd.I - FAI Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
16. Dr. Hendra Harmi, S.Ag.,M.Pd. - IAIN Curup
17. Dr. Hj. Sardjuningsih, M.Ag - IAIN Kediri
18. Dr. H. Fathul Mufid, M.S.I - IAIN Kudus
19. Dr. Hj. Anita Rahmawaty, M.Ag., CRA - IAIN Kudus
20. Dr. H. Maimun, S.Ag., M.H.I - Institut Agama Islam Negeri Madura
21. Dr. Agus Waluyo, M.Ag. - UIN Salatiga
22. Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. - Institut Agama Islam Negeri Madura
23. Dr. Ahmad Muradi, M.Ag - UIN Antasari Banjarmasin
24. Dr. Ridwan, M.CL - UIN Ar-Raniry Banda Aceh
25. Dr. H. Marwazi, M.Ag - UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi
Lihat Juga :