Inovasi Tiga Mahasiswa Universitas Pertamina Dongkrak Produksi Sumur Migas Tua
Minggu, 27 Agustus 2023 - 15:32 WIB
Solusi mereka juga mampu menekan biaya produksi sebesar 18,2 persen serta mendapatkan Net Present Value (NPV) 5,76 juta USD.
Berkat inovasi tersebut, Rafif dan tim berhasil menyabet gelar juara pertama dalam ajang PetroCup Student Mini Competition: Field Development Plan yang diselenggarakan oleh Indonesian Petroleum Association (IPA) pada Juli 2023 lalu. Tim UPER berhasil mengalahkan belasan peserta lainnya.
“Dalam perlombaan tersebut, kami mendapatkan data yang harus diolah untuk meningkatkan produksi migas dari lapangan yang sudah ada. Studi GGR tersebut kami pergunakan dalam interpretasi struktural ketebalan pada sedimen patahan, selain itu juga mengukur kedalaman sumur dengan jenis litologi yang dijadikan reservoir," kata Rafif, melalui siaran pers, Minggu (27/8/2023).
Rafif mengatakan, di sini disiplin ilmu geofisika dan geologi sangat membantu. Setelah itu dari analisis data yang di dapat, mereka mengkalkulasi Original Oil in Place (OOIP) untuk strategi pengembangan dan eksploitasi.
Analisis yang diperoleh, Rafif dan tim berhasil memangkas biaya produksi serta berpeluang mendapatkan profitabilitas dari proses produksi migas yang lebih maksimal. Keberhasilan tersebut juga didukung oleh proses pembelajaran di kelas.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Jurusan Astronomi ITB, Langka dan Satu-Satunya di Asia Tenggara
Berkat inovasi tersebut, Rafif dan tim berhasil menyabet gelar juara pertama dalam ajang PetroCup Student Mini Competition: Field Development Plan yang diselenggarakan oleh Indonesian Petroleum Association (IPA) pada Juli 2023 lalu. Tim UPER berhasil mengalahkan belasan peserta lainnya.
“Dalam perlombaan tersebut, kami mendapatkan data yang harus diolah untuk meningkatkan produksi migas dari lapangan yang sudah ada. Studi GGR tersebut kami pergunakan dalam interpretasi struktural ketebalan pada sedimen patahan, selain itu juga mengukur kedalaman sumur dengan jenis litologi yang dijadikan reservoir," kata Rafif, melalui siaran pers, Minggu (27/8/2023).
Rafif mengatakan, di sini disiplin ilmu geofisika dan geologi sangat membantu. Setelah itu dari analisis data yang di dapat, mereka mengkalkulasi Original Oil in Place (OOIP) untuk strategi pengembangan dan eksploitasi.
Analisis yang diperoleh, Rafif dan tim berhasil memangkas biaya produksi serta berpeluang mendapatkan profitabilitas dari proses produksi migas yang lebih maksimal. Keberhasilan tersebut juga didukung oleh proses pembelajaran di kelas.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Jurusan Astronomi ITB, Langka dan Satu-Satunya di Asia Tenggara
Lihat Juga :