FKM UI Luncurkan Buku Pencegahan Stunting

Minggu, 02 Agustus 2020 - 21:55 WIB
Penulis buku Pencegahan Stunting Prof.dr.Endang L.Achadi, menguraikan, stunting, terutama pada 1.000 HPK, tidak hanya merupakan indikator rendahnya panjang/tinggi badan seorang anak tetapi lebih sebagai penanda (marker) dari masalah yang jauh lebih besar, yaitu kualitas sumber daya manusia suatu negara.

Kualitas sumber daya manusia saat ini belum menggembirakan akibat rendahnya kecerdasan dan besarnya risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti Penyakit Jantung, Hipertensi, Diabetes Mellitus Tipe 2, dan Stroke, sebagai akibat stunting pada usia dini. “Dampak tersebut tidak hanya lintas generasi tetapi mempengaruhi tiga generasi, yaitu ke anak dan juga cucunya kelak,” katanya.

Mewakili Rektor UI, dalam sambutannya, dr. Agustin menuturkan, di tengah situasi memprihatinkan saat ini, pihaknya tidak boleh lengah dengan terhadap berbagai masalah kesehatan lainnya. Pandemi COVID ini mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Yang tadinya mungkin rajin mencari program pemerintah untuk menjaga kesehatan, sekarang menjadi tidak berani datang ke pelayanan kesehatan atau kegiatan edukasi kesehatan.

Ibu-ibu atau keluarga juga tidak berani ke puskesmas/posyandu untuk memantau pertumbuhan anak dan mendapatkan imunisasi. Akses pemanfaatan kesehatan menjadi menurun sebagai akibat kekhawatiran. Sebelum COVID-19 pun, masalah stunting sudah menjadi primadona masalah di Indonesia – masalah yang besar.

Stunting bukan hanya akibat kekurangan gizi saja melainkan berkaitan dengan variable lain. “Kami sangat mengapresiasi penulis buku. Kehadiran buku ini diharapkan dapat salah satu referensi utama bagi mahasiswa untuk memahami stunting dan 1.000 hari pertama sangat penting,” katanya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!