Kupas Tuntas Mitos Otak Kanan Seniman VS Otak Kiri Ilmuwan, Mana yang Benar?

Jum'at, 06 Oktober 2023 - 08:00 WIB
Akan tetapi, Pakar Neurosains ternama Indonesia dr. Roslan Yusni Hasan atau yang akrab dr. Ryu Hasan berpendapat lain bahwa persepsi ini adalah kesalahpahaman masyarakat.

Menurut dr Ryu, penelitian Broca telah memberikan manfaat besar, terutama bagi penderita epilepsi, namun, pandangan mengenai perbedaan dominasi otak perlu disesuaikan.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Jeffrey Anderson dari Universitas Utah pada 2013 mengungkapkan, tidak ada perbedaan dominasi otak yang signifikan.

Sedangkan pakar lainnya dari Harvars University Stephen M. Kosslyn menerangkan walaupun ada perbedaan dalam fungsi otak, kedua bagian otak bekerja sama dalam memproses detail dan bentuk.

“Meskipun ada bagian-bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi tertentu, otak bekerja sebagai sebuah kesatuan," kata Founder dan CEO Zenius Sabda PS, dalam siaran pers, dikutip Jumat (6/10/2023).

Sabda mencontohkan, seorang pelukis menggunakan otak kanan untuk memproses warna dan bentuk, namun otak kiri juga diperlukan untuk menggerakkan tangan dan berkoordinasi dengan kuas di atas kanvas.

Keterbatasan pandangan ini dapat mencegah seseorang dari eksplorasi berbagai keterampilan baru. Sebagai contoh, individu yang dianggap sebagai “otak kanan” mungkin enggan mempelajari matematika atau logika karena merasa bahwa hal tersebut lebih sesuai untuk otak kiri mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!