Drama, Kenali Pengertian, Struktur, Unsur, Ciri Kebahasaan, dan Bentuknya
Minggu, 05 November 2023 - 15:31 WIB
Terdapat bagian-bagian penting dalam membuat naskah drama. Foto/SINDOnews.
JAKARTA - Drama adalah sebuah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku akting atau dialog yang dipentaskan.
Drama berasal dari bahasa Yunani ‘draomai’ yang berarti ‘berbuat, berlaku, bertindak, beraksi, dan sebagainya’. Drama berarti ‘perbuatan, tindakan atau action.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (peran) atau dialog yang dipentaskan.
Drama juga dapat diartikan sebagai cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.
Baca juga: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Kalimat Persuasif
Drama akan memunculkan karakter rekaan atau khayalan penulisnya. Namun, ada beberapa drama yang memang berasal dari kisah asli atau nyata yaitu kisah seseorang yang dituliskan menjadi naskah drama.
Selain itu, terdapat bagian-bagian penting dalam membuat naskah drama. Berikut informasinya.
Prolog adalah kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.
- Orientasi
Orientasi adalah bagian awal pada drama. Orientasi berisikan tentang perkenalan para tokoh, situasi cerita, dan pengajuan konflik yang akan dikembangkan di dalam drama.
- Komplikasi
Komplikasi atau bagian tengah cerita biasanya berisi tentang pengembangan konflik. Cerita dalam drama akan memunculkan rintangan atau masalah yang dihadapi oleh tokoh-tokoh dalam drama. Pada bagian akhir komplikasi dan awal resolusi akan memunculkan titik klimaks atau terjadi perubahan penting dari tokoh-tokoh dalam drama.
- Resolusi
Resolusi atau bagian akhir cerita berisikan tentang penyelesaian masalah yang sudah terjadi di komplikasi.
Drama berasal dari bahasa Yunani ‘draomai’ yang berarti ‘berbuat, berlaku, bertindak, beraksi, dan sebagainya’. Drama berarti ‘perbuatan, tindakan atau action.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (peran) atau dialog yang dipentaskan.
Drama juga dapat diartikan sebagai cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.
Baca juga: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Kalimat Persuasif
Drama akan memunculkan karakter rekaan atau khayalan penulisnya. Namun, ada beberapa drama yang memang berasal dari kisah asli atau nyata yaitu kisah seseorang yang dituliskan menjadi naskah drama.
Selain itu, terdapat bagian-bagian penting dalam membuat naskah drama. Berikut informasinya.
Struktur Drama
1. Prolog
Prolog adalah kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.
2. Dialog
- Orientasi
Orientasi adalah bagian awal pada drama. Orientasi berisikan tentang perkenalan para tokoh, situasi cerita, dan pengajuan konflik yang akan dikembangkan di dalam drama.
- Komplikasi
Komplikasi atau bagian tengah cerita biasanya berisi tentang pengembangan konflik. Cerita dalam drama akan memunculkan rintangan atau masalah yang dihadapi oleh tokoh-tokoh dalam drama. Pada bagian akhir komplikasi dan awal resolusi akan memunculkan titik klimaks atau terjadi perubahan penting dari tokoh-tokoh dalam drama.
- Resolusi
Resolusi atau bagian akhir cerita berisikan tentang penyelesaian masalah yang sudah terjadi di komplikasi.
3. Epilog
Lihat Juga :