Dosen UGM Kembangkan Detektor Mutasi Nyamuk Aedes Aegypti

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 14:29 WIB
Kit deteksi resistensi aedes aegypti yang dikembangkan dosen dan penelitik FKH UGM, Penny Humadah Hamid. Foto/ dok.humas UGM
SLEMAN - Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Penny Humaidah Hamid bersama tim peneliti FKH UGM berhasil mengembangkan kit atau perangkat untuk mendeteksi mutasi aedes aegypti di suatu wilayah yang resisten terhadap senyawa golongan permethrin. Perangkat ini mampu mengurai resistensi nyamuk aedes aegypti yang merupakan vektor pembawa virus dengue penyebab demam berdarah .

Penny mengatakan, pembuatan kit ini setelah dia melihat pengendalian nyamuk aedes aegypti dengan menggunakan bahan kimia pada habitatnya baik stadium larva dan dewasa tidak memberikan dampak signifikan karena kasus outbreak dengue selalu terjadi setiap tahun.



Bahkan banyak dilaporkan adanya kekebalan nyamuk terhadap berbagai insektisida yang sering digunakan, misalnya golongan pyrethroid. Sehingga faktor resistensi nyamuk terhadap insektisida tersebut menjadi sangat krusial karena hampir semua strategi pengendalian vektor dengue menggunakan bahan aktif tersebut.

(Baca: DBD di Gunungkidul Nyaris Tembus Seribu Kasus)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!