Kisah Kenny, Wisudawan Terbaik ITS Raih IPK 3,96 dan Lulus 3,5 Tahun
Minggu, 21 April 2024 - 15:05 WIB
Pada mata kuliah tersebut mengharuskan dirinya untuk memahami dasar pemrograman. “Jelas saja saya merasa sangat kesulitan mempelajari matkul (mata kuliah, red) tersebut,” ungkapnya.
Baca juga: Kisah Pilu Mahasiswa ITS Meninggal Menjelang Wisuda, Ijazah Diberikan ke Ayahnya
Lebih lanjut, mahasiswa angkatan 2020 ini mengatakan jika kesulitannya dalam memahami mata kuliah tersebut membuatnya harus belajar dengan lebih intensif. Sehingga saat di sela-sela pergantian kelas, Kenny sering menghabiskan waktu untuk belajar mengenai bahasa pemrograman. Kenny pun menyadari jika dalam dunia pemrograman diperlukan ketekunan dalam eksplorasi data.
Atas ketekunannya tersebut, alumnus SMA Katolik Santa Agnes Surabaya ini mulai menguasai bahasa pemrograman. Hal itu mengantarkan dirinya dipercaya menjadi asisten dosen pada tiga mata kuliah pemrograman semasa menjadi mahasiswa.
“Kesulitan itu akhirnya membawa saya pada kecintaan dalam bidang komputasi,” papar Kenny dengan bangga.
Namun layaknya mahasiswa lain, mantan Wakil Ketua Statistics Computer Course (SCC) ini juga pernah merasa terjebak akan perjalanannya di masa perkuliahan. Mencoba menepis kepelikan itu, ia mengambil kesempatan untuk magang di Bangkit Academy.
Baca juga: Selalu Raih IPK Tinggi Tiap Semester, Septi Jadi Wisudawan Terbaik ITS
Melalui pengalaman tersebut, Kenny mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bahasa pemrograman sekaligus ide untuk topik tugas akhirnya.
Baca juga: Kisah Pilu Mahasiswa ITS Meninggal Menjelang Wisuda, Ijazah Diberikan ke Ayahnya
Lebih lanjut, mahasiswa angkatan 2020 ini mengatakan jika kesulitannya dalam memahami mata kuliah tersebut membuatnya harus belajar dengan lebih intensif. Sehingga saat di sela-sela pergantian kelas, Kenny sering menghabiskan waktu untuk belajar mengenai bahasa pemrograman. Kenny pun menyadari jika dalam dunia pemrograman diperlukan ketekunan dalam eksplorasi data.
Atas ketekunannya tersebut, alumnus SMA Katolik Santa Agnes Surabaya ini mulai menguasai bahasa pemrograman. Hal itu mengantarkan dirinya dipercaya menjadi asisten dosen pada tiga mata kuliah pemrograman semasa menjadi mahasiswa.
“Kesulitan itu akhirnya membawa saya pada kecintaan dalam bidang komputasi,” papar Kenny dengan bangga.
Namun layaknya mahasiswa lain, mantan Wakil Ketua Statistics Computer Course (SCC) ini juga pernah merasa terjebak akan perjalanannya di masa perkuliahan. Mencoba menepis kepelikan itu, ia mengambil kesempatan untuk magang di Bangkit Academy.
Baca juga: Selalu Raih IPK Tinggi Tiap Semester, Septi Jadi Wisudawan Terbaik ITS
Melalui pengalaman tersebut, Kenny mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bahasa pemrograman sekaligus ide untuk topik tugas akhirnya.
Lihat Juga :