UNESCO Tetapkan Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol sebagai Memory of The World

Jum'at, 10 Mei 2024 - 10:37 WIB
Selain naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol, penetapan Memory of the World for Asia and the Pasific juga diberikan kepada arsip Indarung Semen Padang yang diusulkan oleh PT Semen Padang, dan arsip tentang Indonesian Sugar Research Institut tahun 1887-1986 yang diusulkan Kantor Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur serta Balai Penelitian Gula Indonesia.

Pustakawan ahli pertama Perpusnas Aditia Gunawan menjelaskan naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol merupakan salah satu catatan autentik yang ditulis oleh pribumi tentang ringkasan sejarah Perang Paderi dan Sumatera Barat pada abad ke-19.

Ditulis oleh Naali Sutan Caniago, putra Tuanku Imam Bonjol, semasa pengasingannya di Manado. Naskah ini menceritakan secara langsung peristiwa sejarah di Minangkabau abad ke-19 dan dianggap sebagai autobiografi Melayu pertama dalam pengertian modern.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi X DPR Potret Kondisi Literasi hingga Perpustakaan melalui Buku

Dia menambahkan, ada beberapa alasan mengapa naskah ini layak ditetapkan menjadi Memory of the World (MoW) for Asia and the Pasific. Pertama, naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol merupakan karya perintis, baik dari segi pengaruh dan genre tulisan. “Karya tersebut berupa hipogram dengan aktor yang menceritakannya secara langsung,” katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (10/5/2024).

Kedua, manuskrip ini mempunyai relevansi sejarah yang signifikan pada masa prakemerdekaan Indonesia dan menjadi bukti sejarah Minangkabau pada abad ke-19. Ketiga, karya ini menyajikan narasi global pergerakan Islam antara Timur Tengah dan Asia Tenggara pada abad ke-18 hingga abad ke-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!