Cerita Chyta, Lulusan Doktor Termuda Prodi Manajemen Pendidikan UNJ 

Kamis, 27 Juni 2024 - 07:34 WIB
Dalam paparannya Chyta jgua menyinggung bahwa kultur akademik kerap dipandang sebagai penyelesaian kewajiban kerja semata sehingga upaya ini bertentangan dengan perwujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Komponen penting dalam mencapai pendidikan berkualitas adalah kepemimpinan dan SDM,” ungkapnya, melalui siaran pers, Rabu (26/6/2024).

Baca juga: Ini Maya Nabila, Wisudawan Doktor Termuda ITB dari Jurusan Matematika

Menurutnya kepemimpinan digital memiliki keterkaitan terhadap peningkatan budaya riset dan inovasi, dimana hal ini menurutnya juga diperkuat pada studi yang sudah ada.

Kepemimpinan digital menurut Chyta hadir dalam transformasi model kepemimpinan yang berfokus pada pengembangan akademik berbasis digital seperti halnya publikasi riset dan inovasi dengan pemanfaatan platform soaial media seperti kanal youtube yang menjamin keterbukaan informasi oleh publik civitas akademika dan upaya menumbuhkan kultur inovasi.

Hal ini juga dirinya utarakan bagaimana sistem kepemimpinan digital dapat terjadi pada Perguruan Tinggi seperti UNS yang menjadi fokus dalam kajiannya itu.

“Teknologi digital membawa pengembangan baru dan teknologi menjadi kunci bagi keunggulan kompetitif,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!