Guru Didorong Ciptakan Lingkungan Pembelajaran yang Holistik
Kamis, 05 Desember 2024 - 07:26 WIB
Guru harus menjaga etika dan integritasnya untuk menjadi teladan bagi anak-anak yang mereka didik. Itje juga menegaskan bahwa Pendidikan adalah kebaikan tanpa batas, sebuah kebutuhan fundamental yang membentuk karakter, memberikan harapan, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih
baik.
“Pendidikan adalah makanan jiwa,” tutup Itje, mengingatkan bahwa sekolah adalah tempat suci di mana generasi muda dipersiapkan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik melalui bimbingan pendidik yang tulus, profesional, dan inovatif.
Acara yang diikuti 445 pimpinan sekolah dan tim pengajar dari 155 sekolah berbagai kota di Indonesia ini menjadi wadah untuk berbagi wawasan, praktik terbaik, dan strategi inovatif dalam pendidikan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Selain Itje acara ini menghadirkan Tiar Sugiarti pengajar dan trainer Sain Mentari Group, membahas bagaimana rasa ingin tahu alami siswa dapat dibangkitkan melalui pembelajaran berbasis inkuiri.
Kemudian Wahyudi seorang praktisi pendidikan karakter yang membawakan topik “Inovasi Pembelajaran Literasi Berbasis Experiential Learning yang Menyenangkan”.
Lalu Rusiati Yo praktisi pendidikan karakter yang mengisi sesi dengan tema “Penguatan Karakter dan Kompetensi melalui Pembelajaran yang Inovatif dan Kontekstual”.
baik.
“Pendidikan adalah makanan jiwa,” tutup Itje, mengingatkan bahwa sekolah adalah tempat suci di mana generasi muda dipersiapkan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik melalui bimbingan pendidik yang tulus, profesional, dan inovatif.
Acara yang diikuti 445 pimpinan sekolah dan tim pengajar dari 155 sekolah berbagai kota di Indonesia ini menjadi wadah untuk berbagi wawasan, praktik terbaik, dan strategi inovatif dalam pendidikan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Selain Itje acara ini menghadirkan Tiar Sugiarti pengajar dan trainer Sain Mentari Group, membahas bagaimana rasa ingin tahu alami siswa dapat dibangkitkan melalui pembelajaran berbasis inkuiri.
Kemudian Wahyudi seorang praktisi pendidikan karakter yang membawakan topik “Inovasi Pembelajaran Literasi Berbasis Experiential Learning yang Menyenangkan”.
Lalu Rusiati Yo praktisi pendidikan karakter yang mengisi sesi dengan tema “Penguatan Karakter dan Kompetensi melalui Pembelajaran yang Inovatif dan Kontekstual”.
(nnz)
Lihat Juga :