Abdul Mu'ti: Pembaruan Pendidikan Agama Islam Mendesak Dilakukan
Kamis, 03 September 2020 - 15:00 WIB
Menurut Mu'ti, muatan pembelajaran tentang toleransi di bangku sekolah masih sangat minim. Guru agama lebih dominan memberikan materi akidah dan akhlak yang formal. (Baca juga: Kampus Diminta Segera Update No HP Dosen-Mahasiswa untuk Bantuan Kuota )
Akibatnya, banyak siswa yang melakukan tindakan intoleransi kepada kelompok minoritas. Padahal, dalam Islam tidak diajarkan rivalitas dan permusuhan betapapun masyarakat hidup dengan agama yang berbeda-beda.
"Untuk hidup rukun, diperlukan model pendidikan agama Islam yang pluralis. Dikembangkan di atas lima nilai pluralis yang ada di dalam Alquran. Yaitu, ketuhanan, kebebasan, keterbukaan, kebersamaan, dan kerja sama," pungkas Mu'ti.
Akibatnya, banyak siswa yang melakukan tindakan intoleransi kepada kelompok minoritas. Padahal, dalam Islam tidak diajarkan rivalitas dan permusuhan betapapun masyarakat hidup dengan agama yang berbeda-beda.
"Untuk hidup rukun, diperlukan model pendidikan agama Islam yang pluralis. Dikembangkan di atas lima nilai pluralis yang ada di dalam Alquran. Yaitu, ketuhanan, kebebasan, keterbukaan, kebersamaan, dan kerja sama," pungkas Mu'ti.
(mpw)
Lihat Juga :