Universitas Sunan Gresik Jalin Kerja Sama dengan Pusat Inovasi Teknologi dan Sains China

Rabu, 08 Oktober 2025 - 20:33 WIB
Universitas Sunan Gresik (USG) kerja sama dengan International Academicians Science and Technology Innovation Center (IASTIC), China. FOTO/IST
JAKARTA - Universitas Sunan Gresik (USG) meneguhkan tekadnya untuk menjadi perguruan tinggi bertaraf dunia. Tekad besar itu mulai diwujudkan melalui kerja sama dengan International Academicians Science and Technology Innovation Center (IASTIC), China.

Penandatanganan perjanjian kerja sama itu dilakukan di Jakarta pada Selasa malam (7/10/2025). Hadir dalam acara tersebut Pendiri USG sekaligus Ketua Fraksi PKB DPR RI Dr. Jazilul Fawaid SQ., MA, Rektor USG Dr. Abdul Muhith, S.Kep.Ns, M.Tr.Kep, Wakil Rektor I Sri Abdi Pradana MSDM, Wakil Rektor II Chalimatus Sa’diyah MA, dan Wakil Rektor III Abdul Rochim S.Sos, M.I.Kom.



Hadir pula anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi, anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan, dan anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina yang juga dosen USG. Sedangkan dari China, hadir Prof. Chan Ching Chuen, ketua IASTIC, bersama jajaran petinggi lembaga tersebut.

Kedua lembaga sepakat menjalin kerja sama dalam bidang akademik, penelitian, dan pengembangan teknologi. Khususnya, dalam bidang pengembangan kendaraan listrik dan energi berkelanjutan, sistem tenaga baru dan transisi energi, penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI), teknologi pertanian dan perikanan, serta pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan pengembangan pusat riset bersama.

Kerja sama tersebut meliputi pertukaran dosen, mahasiswa, dan peneliti. Kemudian penelitian bersama dalam bidang energi, kendaraan listrik, dan AI. Kerja sama juga diwujudkan dengan mengadakan seminar, lokakarya, konferensi, dan kuliah tamu. Berikutnya, kerja sama dalam pembangunan kapasitas melalui pelatihan dan pengembangan laboratorium riset.

Rektor USG Abdul Muhith mengatakan, kerja sama ini sangat penting bagi USG. Melalui program tersebut, para dosen dan mahasiswa bisa banyak belajar tentang penelitian dan pengembangan teknologi. ”Para dosen dan mahasiswa bisa belajar dari para pakar teknologi, sehingga kemampuan mereka akan semakin berkembang,” terang Abdul Muhith.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!