Sejarah Baru, UNEJ Lahirkan Tiga Doktor Bioteknologi Berbasis Riset Global

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:39 WIB
“Produktivitas tebu menurun akibat infeksi virus mozaik, khususnya Sugarcane Mosaic Virus dan Sugarcane Streak Mosaic Virus, yang sulit dibedakan secara visual di lapangan. Penelitian ini mengembangkan antibodi dengan sensitivitas tinggi untuk deteksi dini infeksi tunggal maupun ganda, yang mampu mendeteksi virus hingga konsentrasi sangat rendah, serta berhasil mengonstruksi sistem RNA interference (RNAi) sebagai pendekatan ketahanan genetik ganda pada tanaman tebu,” ugkap Intan.

Baca juga: UNEJ Sabet Emas ASRRAT 2025, Transparansi Laporan Keberlanjutan Diakui Dunia

Sementara itu, Riska Ayu Febrianti, sebagai promovendus termuda, menawarkan solusi atas krisis resistensi antibiotik global melalui rekayasa bakteriofag menggunakan teknologi CRISPR/Cas9. Pendekatan ini memungkinkan virus bakteri membunuh beberapa jenis Salmonella yang resistan terhadap antibiotik.

“Saat ini banyak bakteri Salmonella kebal terhadap antibiotik. Penelitian ini menawarkan alternatif pengobatan menggunakan virus alami pemangsa bakteri yang telah direkayasa. Dengan bantuan teknologi CRISPR/Cas9, virus bakteri tersebut dimodifikasi agar mampu mengenali dan membunuh beberapa jenis Salmonella sekaligus,” jelas Riska. Temuan ini menjadi landasan penting bagi terapi kesehatan masa depan.

Adapun Endah Puspitasari mengangkat potensi mikroorganisme laut dari pesisir selatan Jember sebagai sumber senyawa alami pencegah kanker. Penelitiannya menunjukkan kemampuan bakteri dan jamur laut dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dengan tingkat keamanan yang relatif tinggi bagi sel normal.

“Pantai selatan Jember menyimpan banyak mikroorganisme laut yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pencegah kanker. Melalui penelitian ini, kami menemukan bakteri dan jamur laut yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan cara menghentikan pembelahan sel dan memicu kematian sel kanker, namun relatif aman bagi sel normal,” jelas Endah.

Mutu dan pengakuan internasional riset ketiga promovendus dibuktikan melalui publikasi pada jurnal bereputasi dan diseminasi di forum ilmiah dunia. Riset Riska dipublikasikan di Foodborne Pathogens and Disease (Scopus Q1), Intan di jurnal Pathogens (MDPI, Scopus), dan Endah melalui kolaborasi internasional di Asian Pacific Journal of Molecular Biology and Biotechnology. Selain itu, hasil riset juga dipresentasikan pada forum ilmiah luar negeri, termasuk di Jepang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!