Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Rabu, 15 April 2026 - 16:30 WIB
Melalui kajian ini, Husein dan tim ingin menunjukkan bahwa reaktor nuklir tidak hanya berfungsi sebagai penghasil energi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam bidang kesehatan.
Meski masih berupa kajian, penelitian ini berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) kategori Physics, Energy, and Engineering pada 29 Januari 2026.
Husein berharap penelitian ini dapat terus dikembangkan, meskipun ia menyadari bahwa penerapan teknologi nuklir di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.
“Kami percaya nuklir punya banyak manfaat, tidak hanya di energi tapi juga di bidang medis. Meskipun saat ini belum sepenuhnya siap diterapkan secara luas di Indonesia, setidaknya ini menjadi langkah awal. Ibaratnya, ini ikhtiar kami supaya ketika suatu saat riset nuklir dibutuhkan, kita sudah siap,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa riset membutuhkan proses panjang. “Ilmuwan zaman dahulu bisa bertahun-tahun menyelesaikan satu penelitian. Sekarang kita justru punya banyak sumber belajar, bahkan AI bisa membantu kita berdiskusi. Jadi jangan ragu untuk mulai, nanti akan menemukan jalannya,” pungkasnya.
Meski masih berupa kajian, penelitian ini berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) kategori Physics, Energy, and Engineering pada 29 Januari 2026.
Husein berharap penelitian ini dapat terus dikembangkan, meskipun ia menyadari bahwa penerapan teknologi nuklir di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.
“Kami percaya nuklir punya banyak manfaat, tidak hanya di energi tapi juga di bidang medis. Meskipun saat ini belum sepenuhnya siap diterapkan secara luas di Indonesia, setidaknya ini menjadi langkah awal. Ibaratnya, ini ikhtiar kami supaya ketika suatu saat riset nuklir dibutuhkan, kita sudah siap,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa riset membutuhkan proses panjang. “Ilmuwan zaman dahulu bisa bertahun-tahun menyelesaikan satu penelitian. Sekarang kita justru punya banyak sumber belajar, bahkan AI bisa membantu kita berdiskusi. Jadi jangan ragu untuk mulai, nanti akan menemukan jalannya,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :