Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah

Senin, 15 Juni 2026 - 20:30 WIB
Berdasarkan penelitian yang dilakukannya bersama tim di tahun 2021 lalu khusus di pegunungan Ijen, Arif mendata ada 57 spesies burung dengan sepuluh diantaranya tergolong burung yang dilindungi. Mulai dari burung madu gunung, elang hitam, julang emas, cekakak Jawa dan tentunya puyuh gonggong biasa.

“Keanakeragaman jenis burung ini tentu bisa dikembangkan menjadi modal pengembangan wilayah Hyang Argopuro, Pegunungan Ijen, dan Taman Nasional Meru Betiri, semisal wisata minat khusus pengamatan burung atau bird watching,” tutur Arif yang menekuni kajian fauna di Program Studi Biologi FMIPA UNEJ.

Namun sayangnya, walau statusnya terancam punah namun puyuh gonggong biasa belum masuk dalam satwa yang dilindungi. Hidupnya kini terancam oleh alih guna lahan dan perburuan liar.

Oleh karena itu Arif mendorong pemerintah segera memasukkan fauna khas bumi Pandalungan ini sebagai satwa yang dilindungi. Di lain sisi masyarakat juga harus sadar, bahwa menjaga kelestarian alam adalah kewajiban bersama.

“Puyuh gonggong berpotensi menjadi fauna khas dan kebanggaan warga Jember dan sekitarnya, oleh karena itu wajib kita lindungi. Termasuk memperbanyak penelitian dan kajian mengenai puyuh gonggong agar makin banyak informasi yang dihasilkan, harapannya masyarakat tahu dan tergerak melestarikannya,” jelas Arif yang kini bersiap melanjutkan pendidikan doktoralnya dengan membawa penelitian mengenai puyuh gonggong biasa.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!