SMK Ujicoba Belajar Tatap Muka, KPAI Dorong Pemda Biayai Tes Swab Guru-Siswa
Senin, 09 November 2020 - 15:01 WIB
Retno menuturkan, terkait dengan pembelajaran tatap muka di sejumlah SMK, KPAI merekomendasikan catatan yakni, KPAI mendorong pemerintah daerah mewajibkan tes swab kepada seluruh guru SMK yang akan melakukan PTM dengan biaya ditanggung oleh pemerintah daerah. (Baca juga: Sosialisasi Minim, Banyak Sekolah Tak Tahu Penyederhanaan Kurikulum )
Selain itu, jelasnya, untuk para siswa SMK yang membutuhkan praktik di bengkel atau laboratorium di sekolah bisa saja dilakukan PTM, namun pihak sekolah harus mempersiapkan infrastruktur Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di satuan pendidikan, juga wajib memiliki Protokol Kesehatan/SOP AKB di satuan pendidikan.
Dari hasil pengawasan KPAI di beberapa SMK menunjukkan bahwa SMK cenderung memiliki kesiapan AKB dibandingkan dengan SMP dan SD. Namun, justru saat ditempat praktik seperti bengkel dan laboratorium, KPAI menemukan banyak kelemahan dalam penyiapan infrastruktur seperti tempat cuci tangan, cairan disinfektan untuk membersihan peralatan yang sudah digunakan dan lainnya.
Selain itu, temuan KPAI juga menunjukan bahwa protocol/SOP penggunaan laboratorium/bengkel dan pergantian penggunaan belum dipersiapkan sekolah. Kalaupun sudah, belum ditempel diruangan dan belum pula disosialisasikan kepada para peserta didik dan orangtuanya. Termasuk Protokol/SOP siswa yang datang ke sekolah dengan kendaraan umum.
Selain itu, jelasnya, untuk para siswa SMK yang membutuhkan praktik di bengkel atau laboratorium di sekolah bisa saja dilakukan PTM, namun pihak sekolah harus mempersiapkan infrastruktur Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di satuan pendidikan, juga wajib memiliki Protokol Kesehatan/SOP AKB di satuan pendidikan.
Dari hasil pengawasan KPAI di beberapa SMK menunjukkan bahwa SMK cenderung memiliki kesiapan AKB dibandingkan dengan SMP dan SD. Namun, justru saat ditempat praktik seperti bengkel dan laboratorium, KPAI menemukan banyak kelemahan dalam penyiapan infrastruktur seperti tempat cuci tangan, cairan disinfektan untuk membersihan peralatan yang sudah digunakan dan lainnya.
Selain itu, temuan KPAI juga menunjukan bahwa protocol/SOP penggunaan laboratorium/bengkel dan pergantian penggunaan belum dipersiapkan sekolah. Kalaupun sudah, belum ditempel diruangan dan belum pula disosialisasikan kepada para peserta didik dan orangtuanya. Termasuk Protokol/SOP siswa yang datang ke sekolah dengan kendaraan umum.
(mpw)
Lihat Juga :