3 Mahasiswa ITS Gagas Smart Charging Station Ramah Lingkungan
Rabu, 18 November 2020 - 19:53 WIB
Adanya kurang lebih 100 juta ton limbah pertanian yang dihasilkan Indonesia setiap tahunnya, katanya, menjadi peluang tersendiri bagi timnya untuk memanfaatkan potensi yang dihasilkan dari biomassa tersebut sebesar 49,81 GW.
Dia menjelaskan, smart charging station ini nantinya akan memanfaatkan panel surya untuk mengambil secara langsung sinar matahari. “Selanjutnya energi panas yang dikumpulkan panel surya akan disimpan dalam baterai,” tuturnya. (Baca juga: Inovasi Mahasiswa UNY Olah Daun Salam Jadi Krim Obat Luka Bakar )
Selanjutnya, untuk smart charging station berbahan biomassa prosesnya melalui pengolahan limbah pertanian di dalam gasifier (alat pengubah biomassa menjadi gas). “Nantinya, hasil olahan tersebut digunakan untuk menggerakkan genset, sehingga dapat menghasilkan listrik,” paparnya.
Mahasiswa semester lima ini juga menuturkan, smart charging station rancangan mereka semakin unggul dengan penerapan prinsip terbarukan dan ramah lingkungan. Hal ini dapat terlihat dengan pemanfaatan bahan untuk energi listrik berasal dari cahaya matahari dan pemanfaatan limbah pertanian yang diolah dalam bentuk biomassa. “Sehingga energi yang kami gunakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca secara nasional atau biasa disebut Zero Carbon Pollution,” imbuhnya.
Berbuah manis, jerih payah mereka ini juga telah berhasil membawa prestasi. Smart charging station rancangan tim Ancharg ITS ini telah berhasil meraih juara ketiga pada Lomba Karya Tulis Ilmiah EBOTEC, 10, Oktober lalu. Pada kompetisi yang digelar oleh HMIE Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, tim Ancharg berhasil mengungguli enam finalis lainnya dari perguruan tinggi nasional.
Dia menjelaskan, smart charging station ini nantinya akan memanfaatkan panel surya untuk mengambil secara langsung sinar matahari. “Selanjutnya energi panas yang dikumpulkan panel surya akan disimpan dalam baterai,” tuturnya. (Baca juga: Inovasi Mahasiswa UNY Olah Daun Salam Jadi Krim Obat Luka Bakar )
Selanjutnya, untuk smart charging station berbahan biomassa prosesnya melalui pengolahan limbah pertanian di dalam gasifier (alat pengubah biomassa menjadi gas). “Nantinya, hasil olahan tersebut digunakan untuk menggerakkan genset, sehingga dapat menghasilkan listrik,” paparnya.
Mahasiswa semester lima ini juga menuturkan, smart charging station rancangan mereka semakin unggul dengan penerapan prinsip terbarukan dan ramah lingkungan. Hal ini dapat terlihat dengan pemanfaatan bahan untuk energi listrik berasal dari cahaya matahari dan pemanfaatan limbah pertanian yang diolah dalam bentuk biomassa. “Sehingga energi yang kami gunakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca secara nasional atau biasa disebut Zero Carbon Pollution,” imbuhnya.
Berbuah manis, jerih payah mereka ini juga telah berhasil membawa prestasi. Smart charging station rancangan tim Ancharg ITS ini telah berhasil meraih juara ketiga pada Lomba Karya Tulis Ilmiah EBOTEC, 10, Oktober lalu. Pada kompetisi yang digelar oleh HMIE Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, tim Ancharg berhasil mengungguli enam finalis lainnya dari perguruan tinggi nasional.
(mpw)
Lihat Juga :