KPAI: Sekolah Harus Mengurangi Beban Psikologis Peserta Didik
Rabu, 18 November 2020 - 23:53 WIB
Dua orang terakhir diduga bunuh diri. Mereka diduga depresi menghadapi PJJ. “Meskipun faktor bunuh diri seorang anak tidak pernah tunggal,” ucap Retno. (Baca juga: Pemerintah Segera Cairkan Subsidi Gaji Guru Honorer, Ini Perinciannya )
Mantan Kepala SMAN 3 Jakarta itu meminta Kementerian dan Dinas Kesehatan untuk membantu para orang tua dan anak dalam memahami ciri-ciri gangguan psikologis. Gejala umum gangguan psikologi, antara lain, menurunnya semangat untuk menjalankan aktivitas, mudah marah, dan cepat kehilangan konsentrasi.
KPAI juga mendorong pihak sekolah dan para guru untuk mengurangi beban psikologis peserta didik. Caranya, dengan mengurangi tugas-tugas. “Untuk tugas yang sudah menumpuk dan terlanjur tidak dikerjakan diberikan pemaafan,” ucapnya.
Retno menjelaskan peserta didik harus diberikan bimbingan dan pembinaan psikologis. “Setelah mental peserta dibina, mereka disiapkan untuk mengerjakan tugas yang baru. Itulah yang ditagih,” pungkasnya.
Mantan Kepala SMAN 3 Jakarta itu meminta Kementerian dan Dinas Kesehatan untuk membantu para orang tua dan anak dalam memahami ciri-ciri gangguan psikologis. Gejala umum gangguan psikologi, antara lain, menurunnya semangat untuk menjalankan aktivitas, mudah marah, dan cepat kehilangan konsentrasi.
KPAI juga mendorong pihak sekolah dan para guru untuk mengurangi beban psikologis peserta didik. Caranya, dengan mengurangi tugas-tugas. “Untuk tugas yang sudah menumpuk dan terlanjur tidak dikerjakan diberikan pemaafan,” ucapnya.
Retno menjelaskan peserta didik harus diberikan bimbingan dan pembinaan psikologis. “Setelah mental peserta dibina, mereka disiapkan untuk mengerjakan tugas yang baru. Itulah yang ditagih,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :