Ini Lima Upaya Kemenag Akselerasi Peningkatan Kapasitas PTKIN

Minggu, 06 Desember 2020 - 21:17 WIB
“Dan tanggung jawab ini bukan hanya bersifat duniawi, namun juga tanggung jawab yang bersifat transendental,” imbuh Dhani.

Kedua, peningkatan accountability. Yaitu, mekanisme laporan yang memenuhi kaidah-kaidah yang dapat dipahami orang lain. Dalam ruang accountability, kebaikan jika tidak dibingkai dengan administrasi yang baik, bisa dipandang sebagai kejahatan. Sebaliknya, kejahatan apabila dibingkai dengan pola administrasi yang baik, bisa jadi dipandang sebagai sebuah kebaikan.

"Kinerja dan kebaikan yang kita lakukan harus didukung tata administrasi yang baik sehingga akuntabel," jelasnya.

Ketiga, peneguhan integritas. Akuntabilitas harus beriringan dengan integritas. Kejujuran harus jadi mainstream dengan apapun yang dilakukan. "Tanggung jawab harus diberikan ruang-ruang accountability dan dikawal oleh orang-orang yang berintegritas," pesannya.

Keempat, kepastian sustainability. Kalau hari ini, ruang-ruang yang sifatnya fisikal sudah diselesaikan, maka sesuatu yang intangible akan hadir melengkapi kebutuhan business process dalam meneguhkan tridharma perguruan tinggi.

“Pekerjaan kita belum selesai, masih banyak hal yang perlu kita improve kembali, terutama pada ruang-ruang yang intangible. Apa yang hari ini dicanangkan perlu dirumuskan kembali tentang capaian-capaian di masa depan, akreditas institusi harus A (unggul),” ujar Dhani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!