Bantu Keselamatan, ITS Teliti Simulasi Dinamika Kapal untuk Hindari Kecelakaan
Kamis, 08 April 2021 - 12:39 WIB
Namun nyatanya tidak sedikit kapal yang memiliki sertifikat tetapi masih mengalami masalah teknis. ”Sehingga perlu elaborasi yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab lainnya mulai dari desain, fabrikasi di kalangan, dan uji laut dalam simulasi dinamika kapal,” ujarnya.
Gubes dari Departemen Teknik Perkapalan ini menegaskan, pengembangan dinamika kapal juga membantu desainer kapal untuk mengevaluasi kemampuan bermanuver kapal yang sesuai dengan standar keselamatan Organisasi Maritim Internasional (IMO).
“Di samping itu, ilmu dinamika kapal bisa menjelaskan secara teknis fenomena kecelakaan kapal di laut seperti tenggelam atau terbalik, tubrukan, kegagalan struktur dan lainnya,” tuturnya.
Baca juga: Tegas, Mendikbud akan Evaluasi Perguruan Tinggi yang Tak Penuhi 8 Standar Ini
Dalam penelitian ini dikembangkan tiga program yakni pertama, Program Simulasi Gerakan Kapal (PSG) yang berfungsi untuk menyimulasikan gerakan kapal dalam 6 derajat kebebasan menggunakan pendekatan Green’s Function Method.
Dengan metode tersebut, program ini terbukti mampu mempercepat komputasi dan memperkecil kesalahan dibanding metode numerik lainnya dengan nilai RMSE (tingkat kesalahan hasil prediksi) sebesar 0,05 dan elapse time 28 kali lebih cepat.
Lebih jauh, program PSG ini dapat memperkirakan peluang kapal mengalami slamming (impact pada dasar kapal) dan deck wetness (air laut naik ke geladak), menghitung hambatan gelombang, dan operabilitas kapal.
“Program ini masih dalam bentuk kode dan dalam proses dikembangkan menjadi aplikasi yang mudah digunakan,” ungkap lulusan master dan doktoral dari Dalhousie University, Kanada ini.
Gubes dari Departemen Teknik Perkapalan ini menegaskan, pengembangan dinamika kapal juga membantu desainer kapal untuk mengevaluasi kemampuan bermanuver kapal yang sesuai dengan standar keselamatan Organisasi Maritim Internasional (IMO).
“Di samping itu, ilmu dinamika kapal bisa menjelaskan secara teknis fenomena kecelakaan kapal di laut seperti tenggelam atau terbalik, tubrukan, kegagalan struktur dan lainnya,” tuturnya.
Baca juga: Tegas, Mendikbud akan Evaluasi Perguruan Tinggi yang Tak Penuhi 8 Standar Ini
Dalam penelitian ini dikembangkan tiga program yakni pertama, Program Simulasi Gerakan Kapal (PSG) yang berfungsi untuk menyimulasikan gerakan kapal dalam 6 derajat kebebasan menggunakan pendekatan Green’s Function Method.
Dengan metode tersebut, program ini terbukti mampu mempercepat komputasi dan memperkecil kesalahan dibanding metode numerik lainnya dengan nilai RMSE (tingkat kesalahan hasil prediksi) sebesar 0,05 dan elapse time 28 kali lebih cepat.
Lebih jauh, program PSG ini dapat memperkirakan peluang kapal mengalami slamming (impact pada dasar kapal) dan deck wetness (air laut naik ke geladak), menghitung hambatan gelombang, dan operabilitas kapal.
“Program ini masih dalam bentuk kode dan dalam proses dikembangkan menjadi aplikasi yang mudah digunakan,” ungkap lulusan master dan doktoral dari Dalhousie University, Kanada ini.
Lihat Juga :