Universitas Pertamina Siapkan Mahasiswa Terjun ke Dunia Industri Energi
Minggu, 18 April 2021 - 16:45 WIB
Sebagai kampus yang memfokuskan diri pada pengembangan bisnis dan teknologi energi, Universitas Pertamina menjawab tantangan energi dengan menghadirkan mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya industri energi. Para Mahasiswa di Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi misalnya, mendapatkan mata kuliah terkait pengembangan energi geothermal. Mata kuliah ini mengantarkan para mahasiswa untuk menyabet juara 1 di ajang Oil and Gas Intellectual Parade (OGIP) yang diselenggarakan oleh UPN Veteran Yogyakarta, dalam kategori Geothermal Study Case Competition.
Tim yang menamai diri LATERAL, mengajukan gagasan untuk pengembangan lapangan geothermal dengan mekanisme tiga sumur eksplorasi dan empat sumur deliniasi menggunakan drilling jenis slim-hole. Dies Valley, ketua tim, dalam wawancara daring, Minggu (18/4), mengatakan bahwa dalam tahap pengembangan ke depan, lapangan eksplorasi tersebut dapat memiliki 21 sumur produksi dan tujuh sumur injeksi. "Hasil perhitungan keekonomian proyek selama 30 tahun yang telah disusun oleh tim, menunjukkan bahwa dengan biaya Capital Investment Cost sebesar 361,500,000 USD proyek akan menghasilkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 8,324%,” lanjutnya.
Baca juga: Tim Spektronics ITS Pertahankan Juara Chem-E-Car Internasional
Bersama anggota tim lainnya, M. Fadil Akhwan, dan Gadis Wahyu Ramadhani, Dies mengungkapkan bahwa penting untuk melakukan sosial dan edukasi kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek mengenai potensi energi geothermal. Sumber EBT ini, lanjutnya, masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Tidak lupa, tim juga mempertimbangkan aspek safety. Proyek dijalankan dengan mematuhi peraturan pemerintah, serta unsur ramah lingkungan.
Tim yang menamai diri LATERAL, mengajukan gagasan untuk pengembangan lapangan geothermal dengan mekanisme tiga sumur eksplorasi dan empat sumur deliniasi menggunakan drilling jenis slim-hole. Dies Valley, ketua tim, dalam wawancara daring, Minggu (18/4), mengatakan bahwa dalam tahap pengembangan ke depan, lapangan eksplorasi tersebut dapat memiliki 21 sumur produksi dan tujuh sumur injeksi. "Hasil perhitungan keekonomian proyek selama 30 tahun yang telah disusun oleh tim, menunjukkan bahwa dengan biaya Capital Investment Cost sebesar 361,500,000 USD proyek akan menghasilkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 8,324%,” lanjutnya.
Baca juga: Tim Spektronics ITS Pertahankan Juara Chem-E-Car Internasional
Bersama anggota tim lainnya, M. Fadil Akhwan, dan Gadis Wahyu Ramadhani, Dies mengungkapkan bahwa penting untuk melakukan sosial dan edukasi kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek mengenai potensi energi geothermal. Sumber EBT ini, lanjutnya, masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Tidak lupa, tim juga mempertimbangkan aspek safety. Proyek dijalankan dengan mematuhi peraturan pemerintah, serta unsur ramah lingkungan.
Lihat Juga :