Minuman Herbal Penangkal COVID-19 Hasil Riset Mahasiswa Mikrobiologi ITB

Rabu, 08 September 2021 - 10:49 WIB
Kombucha adalah minuman fermentasi tradisional yang memakai symbiotic culture of bacteria and yeast (SCOBY) dengan metode back-slooping atau kultur murni. Istilah Kombucha berasal dari kata “kombu” diambil dari nama penemu ramuan obat minuman teh untuk tantara Jepang Inyoko yakni Dr. Kombu dan “Cha” diambil dari bahasa cina yang berarti teh.

Menurut Dr. Kusnadi, M.Si., fermentasi Kombucha dilakukan oleh bantuan konsorsium mikroba di antaranya, ragi (Saccharomyces dan Schizosaccharomyces), bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.), dan bakteri asam asetat (Gluconobacter sp. Dan Acetobacter spp.). Proses fermentasi dilakukan selama 10-14 hari untuk menghasilkan produk asam-asam organik, alkohol, dan lapisan nata.

Baca juga: Raih 18 Medali, Jateng Juara Umum Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional 2021

Dikenal sebagai minuman fermentasi tradisional yang bercita ras khas sebagai probiotik, Kombucha juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Menurut Kusnadi manfaat Kombucha di antaranya, sebagai detoksifikasi-antioksidan memperbaiki fungsi hati, aktivitas antimikroba, menstimulus sistem imun COVID-19, mengatasi masalah pencernaan, mengatasi radang sendi (artritis), dapat digunakan sebagai diet dan menurunkan tekanan darah.

Sementara itu, I Putu Adi menerangkan bahwa berdasarkan data, Kombucha sekarang populer sebagai minuman kesehatan di beberapa negara di antaranya, Amerika Utara, China, Kanada, Selandia Baru, Australia dan Jerman. Di tahun 2020, tercatat ada 121 merk produk kombucha di 22 negara dengan Indonesia. Produksi Kombucha di Indonesia tidak sebanyak di negara lain dan masih dalam proses pengembangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!