Siswa Madrasah Berhasil Ciptakan Robot Pembantu Apoteker Cegah Penularan Covid-19
Selasa, 14 September 2021 - 23:37 WIB
“Selain di apotik, Robot ini juga dapat digunakan di UKS sekolah. Ditambah saat ini sudaah mulai PTM terbatas. Sehingga sekolah perlu menghidupkan kembali UKS. Bantuan De Pharmacist di sekolah dapat memudahkan dan juga meminimalisir penularan covid-19 di sekolah," imbuhnya.
Adapun kekurangan dari robot De Pharmacist yaitu, ruang penyimpanan obat masih terbatas, saat ini robot hanya mampu menampung sekitar 3-4 botol obat ukuran sedang. Namun, hal tersebut akan terus dikembangkan hingga dapat menampung beberapa jenis obat sekaligus.
Robot ini diharapkan dapat terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan, De Pharmacist dapat diproduksi secara masal. Dengan begitu, secara tidak langsung inovasi ini dapat mengurangai penularan covid-19. “Tentu kami harap robot ini dapat dikembangkan lebih baik lagi. Bahkan bisa diproduksi secara massal. Sehingga, dapat memutus rantai penularan covid-19 di lingkup apoteker dan masyarakat pada umumnya,” harapnya.
Kepala MAN 1 Surakarta Slamet Budiyono mengapresiasi karya siswanya ini. Hal itu sesuai dengan visinya menjadikan MAN 1 Surakarta sebagai madrasahnya para juara.
"Tentu saya sangat mengapresiasi karya siswa kami. Terlepas nanti bisa memenangkan kompetisi atau tidak, karya ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Tentu ini menjadi sumbangan madrasah khususnya berkontribusi dalam pencegahan virus covid-19," pungkasnya.
Adapun kekurangan dari robot De Pharmacist yaitu, ruang penyimpanan obat masih terbatas, saat ini robot hanya mampu menampung sekitar 3-4 botol obat ukuran sedang. Namun, hal tersebut akan terus dikembangkan hingga dapat menampung beberapa jenis obat sekaligus.
Robot ini diharapkan dapat terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan, De Pharmacist dapat diproduksi secara masal. Dengan begitu, secara tidak langsung inovasi ini dapat mengurangai penularan covid-19. “Tentu kami harap robot ini dapat dikembangkan lebih baik lagi. Bahkan bisa diproduksi secara massal. Sehingga, dapat memutus rantai penularan covid-19 di lingkup apoteker dan masyarakat pada umumnya,” harapnya.
Kepala MAN 1 Surakarta Slamet Budiyono mengapresiasi karya siswanya ini. Hal itu sesuai dengan visinya menjadikan MAN 1 Surakarta sebagai madrasahnya para juara.
"Tentu saya sangat mengapresiasi karya siswa kami. Terlepas nanti bisa memenangkan kompetisi atau tidak, karya ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Tentu ini menjadi sumbangan madrasah khususnya berkontribusi dalam pencegahan virus covid-19," pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :