Riset Mahasiswa UMM, Kulit Kacang Tanah Ternyata Mujarab Sembuhkan Asam Urat
Senin, 11 Oktober 2021 - 12:25 WIB
Ketua tim penelitian FK UMM Widyawati Glentam membuat alternatif obat Asam Urat dari ekstrak kulit kacang tanah.Foto/Dok/Humas UMM
JAKARTA - Penyakit asam urat memang bisa disembuhkan baik dengan obat herbal maupun secara medis. Sayangnya, penggunaan salah satu obat Allopurinol masih memiliki efek samping dalam proses penyembuhannya. Hal itulah yang melatarbelakangi tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk membuat alternatif obat dari ekstrak kulit kacang tanah. Adapun gagasan ini dituangkan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE).
PKM dengan judul “Perbandingan Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Kacang Tanah dan Allopurinol Terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih Jantan Galur Wistar Model Hiperurisemia” ini berhasil meraih juara tiga pada Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) tingkat nasional pada Minggu (3/10) lalu. Adapun mereka telah melakukan penelitian sejak Agustus.
Baca juga: Dukung Kampus Merdeka, IPB University dan Universitas Pakuan Kolaborasi Penelitian
Widyawati Glentam selaku ketua tim menjelaskan bahwa sesuai dengan judul yakni penelitian masih berada pada tahap hewan coba. Dalam percobaan tersebut, mereka membuat tikus menderita asam urat terlebih dahulu. Kemudian diberi obat yang terbuat dari ekstrak terkait. Alhasil, efeknya pun sesuai dengan harapan yakni dapat menyembuhkan sang tikus. “Berhubung penelitian ini baru pada tahap uji coba pada hewan, sehiingga obat ini masih belum bisa digunakan oleh manusia,” ujarnya menjelaskan.
PKM dengan judul “Perbandingan Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Kacang Tanah dan Allopurinol Terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih Jantan Galur Wistar Model Hiperurisemia” ini berhasil meraih juara tiga pada Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) tingkat nasional pada Minggu (3/10) lalu. Adapun mereka telah melakukan penelitian sejak Agustus.
Baca juga: Dukung Kampus Merdeka, IPB University dan Universitas Pakuan Kolaborasi Penelitian
Widyawati Glentam selaku ketua tim menjelaskan bahwa sesuai dengan judul yakni penelitian masih berada pada tahap hewan coba. Dalam percobaan tersebut, mereka membuat tikus menderita asam urat terlebih dahulu. Kemudian diberi obat yang terbuat dari ekstrak terkait. Alhasil, efeknya pun sesuai dengan harapan yakni dapat menyembuhkan sang tikus. “Berhubung penelitian ini baru pada tahap uji coba pada hewan, sehiingga obat ini masih belum bisa digunakan oleh manusia,” ujarnya menjelaskan.
Lihat Juga :