Ini Cara Menanamkan Kecintaan Generasi Muda pada Pendidikan Sejarah Indonesia

Selasa, 12 Oktober 2021 - 05:05 WIB
Mantan Tenaga Ahli Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini memandang, seharusnya yang lebih penting adalah kenapa Soekarno merumuskan Pancasila, kenapa kemudian Pancasila disepakati sebagai rumusan dasar Pancasila, apa yang terjadi di sidang-sidang itu, kemudaian Pancasila bisa menjadi titik temu dari barbagai perbedaan yang ada, terutama di kalangan Islam dan nasionalis.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Ketua DPR Puan Maharani yang mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu menanamkan prinsip 'jas merah' atau jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Ini adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada HUT Republik Indonesia pada 17 Agustus 1966.

Baca juga: Biografi Ki Hajar Dewantara: Diasingkan ke Belanda, Tanggal Lahirnya Diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional

Menurut Puan, prinsip jas merah memang dikenalkan oleh Presiden Soekarno dan berlaku sepanjang masa. Menurutnya, bangsa yang besar bisa selalu belajar dari masa lalunya. Hal ini termasuk mengakui kekurangan dan berani untuk melakukan perbaikan demi masa depan yang semakin baik.

Mengenang sejarah, menurut Puan, bukan hanya tentang meromantisasi serta melakukan glorifikasi kebaikan di masa lalu, tetapi juga bagaimana masa jaya yang pernah ada dapat terulang atau dipertahankan. Sejarah adalah proses pembelajaran bagi generasi saat ini dan di masa mendatang yang diberikan oleh pendahulu kita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!