Manfaatkan Limbah Sabut Pinang, Mahasiswi ITS Sanggup Jernihkan Air Warga
Selasa, 02 November 2021 - 21:27 WIB
Pemanfaatan limbah sabut pinang sendiri didukung dengan melimpahnya pohon pinang yang ada di Desa Majelis Hidayah. Kabupaten Tanjung Jabung Timur sendiri juga termasuk penghasil pinang terbesar di Indonesia.
“Akan tetapi selama ini yang dimanfaatkan hanya bijinya saja sehingga menimbulkan timbunan limbah sabut pinang tersebut,” tambahnya.
Baca juga: Ini Tips Raih Magang dan Beasiswa IISMA dari Mahasiswa Fisip Unair
Kandungan selulosa yang tinggi dari kulit pinang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan karbon aktif. Hal itu diolah lebih lanjut untuk membuat filter air sederhana dari limbah sabut pinang yang diaktivasi dengan Asam Sulfat untuk membantu meningkatkan kualitas air di desa tersebut.
“Setelah melakukan percobaan, hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan kualitas air,” urai Nelva, sapaan akrabnya.
“Akan tetapi selama ini yang dimanfaatkan hanya bijinya saja sehingga menimbulkan timbunan limbah sabut pinang tersebut,” tambahnya.
Baca juga: Ini Tips Raih Magang dan Beasiswa IISMA dari Mahasiswa Fisip Unair
Kandungan selulosa yang tinggi dari kulit pinang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan karbon aktif. Hal itu diolah lebih lanjut untuk membuat filter air sederhana dari limbah sabut pinang yang diaktivasi dengan Asam Sulfat untuk membantu meningkatkan kualitas air di desa tersebut.
“Setelah melakukan percobaan, hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan kualitas air,” urai Nelva, sapaan akrabnya.
Lihat Juga :