Mengenal Tugu Kebangkitan Nasional di Solo, Gumpalan Tanah Penjuru Nusantara Ditanam pada Pelataran Tugu

Kamis, 19 Mei 2022 - 18:27 WIB
Baca: Diperingati Setiap 20 Mei, Begini Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

Wujud visual api, lilin, dan bagian lapik pada tugu ini merupakan perwujudan bentuk lingga-yoni yang berkembang pada masa Hindu-Buddha.

Mengutip dari laman Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya Kemendikbud, Tugu Kebangkitan Nasional dibangun dalam rangka memperingati 25 tahun berdirinya Boedi Oetomo. Pendirian awalnya dicetuskan perwakilan masyarakat Surakarta (Solo) saat mengikuti Kongres Indonesia Raya I pada tahun 1931 di Surabaya.

Menantu Paku Buwono PB X yang juga merupakan Wakil Ketua Boedi Oetomo KRT Woerjaningrat dipercaya menjadi ketua tim pembangunan tugu ini. Tim lalu membuat sayembara untuk mencari rancangan yang bisa dijadikan tanda pergerakan kebangsaan Indonesia.

Hingga akhirnya dipilih rancangan Ir. Soetedjo yang dinilai memenuhi harapan mengungkapkan cita-cita kebangsaan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Rancangan yang dibuat oleh Ir. Soetedjo adalah tugu berbentuk lilin yang akan dibangun di sebuah tanah lapang.

Tugu ini dibangun di Surakarta karena mendapatkan izin dan dukungan dari Pakubuwono X selaku penguasa Kasunanan Surakarta setelah sebelumnya gagal dibangun di beberapa kota seperti Batavia, Surabaya, dan Semarang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!