ITS Bantu Kelola Keanekaragaman Bambu Berbasis QR Code

Senin, 19 September 2022 - 14:09 WIB
Dikatakannya, hutan seluas 20 hektare tersebut memiliki keunikan dan potensi yang besar. “Selain sebagai destinasi tujuan wisata, hutan ini juga digunakan sebagai pusat penelitian dan konservasi tumbuhan bambu,” tuturnya, melalui siaran pers, Senin (19/9/2022).

Ari melanjutkan, arboretum serta laboratorium bambu di Boonpring, Desa Sanankerto ini dikembangkan sebagai pusat pembibitan dan pelestarian bambu langka. Sebagai kawasan wisata edukasi lingkungan, arboretum bambu Boonpring seharusnya mampu menyediakan informasi yang lengkap mengenai data jenis-jenis bambu beserta potensinya. “Akan tetapi, arboretum Boonpring di Desa Sanankerto belum memiliki hal tersebut,” ungkapnya.

Tim KKN Abmas yang diketuai oleh dosen Departemen Biologi ITS Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum melakukan observasi dan inventarisasi bambu, sehingga menghasilkan data keanekaragaman dan klasifikasi setiap jenis bambu. Sebanyak 87 dari total 115 jenis bambu yang telah dilakukan observasi. “Observasi dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 27 hingga 29 Juni lalu,” ujar Ari.

Setelah dilakukan observasi dan penelitian, tim membuat inventarisasi berupa data bambu yang terdiri dari karakteristik morfologi, nama ilmiah, kegunaan, dan status konservasi bambu. “Selanjutnya, data tersebut akan ditautkan pada website penyedia informasi, kemudian diintegrasikan dengan sistem informasi inventarisasi bambu,” jelas mahasiswa Departemen Biologi tersebut.

Baca juga: Mengenal Sejarah Berdirinya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!