Tutup Pospenas 2022, Wamenag: Zaman Berubah, Santri Harus Hadapi Tantangan Baru

Minggu, 27 November 2022 - 07:10 WIB
Perhelatan ini, kata Wamenag, adalah bagian dari afirmasi Kementerian Agama dalam membina potensi olah raga dan seni para santri. Sudah semestinya negara memberikan penghargaan kepada para santri karena kontribusinya sangat nyata untuk negeri ini.

Resolusi jihad yang disampaikan KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945, telah memicu perjuangan masif melawan penjajah pada 10 November 1945, yang dikenal sebagai hari pahlawan.

Pertempuran yang mempertaruhkan nyawa ini tak dapat dilepaskan dari peran santri dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. "Saya melihat semangat 77 tahun lalu itu di sini, malam ini," tandas Wamenag. Semangat itu, lanjutnya, masih membara dalam bentuk berbeda, yaitu melalui olah raga dan seni.

Zainut Tauhid berpesan, zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan tantangan baru masa kini. Namun belakangan ini santri telah mengisi berbagai bidang dan menunjukkan identitasnya yang berkarakter. "Ini salah satu bukti, kiprah santri telah mengglobal dan menjangkau berbagai bidang," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi apresiasi yang tinggi bagi para santri yang saat ini tidak lagi hanya mengenal pengajian. "Siapa bilang santri tidak bisa olah raga, berprestasi lagi," katanya.

Hari ini, kata Ganjar, santri telah menunjukkan performa dan sportifitasnya. "Yang juara tak perlu merasa jumawa, yang kalah tidak perlu merasa sedih," katanya. Tentu saja ajang ini lebih bermakna silaturahmi. Soal prestasi itu nilai tambah yang patut disyukuri.

"Mudah-mudahan dari ajang ini ada atlit yang keluar dari kandang, menuju PON, Asian Games, Sea Games, sampai Olimpaide. "Itulah yang kita harapkan. Terima kasih kepada guru dan kiai, dari tangan beliaulah kalian bisa hebat," tandasnya.

Mendapat giliran bicara di penghujung, Habib Syech mengaku senang santri terlibat dalam sebuah gelaran olah raga dan seni dengan semangat tinggi. "Yang menang boleh bangga, tapi yang kalah jangan merasa kalah," katanya. Meskipun acara ini sifatnya kompetisi, tetapi substansinya adalah silaturahmi. "Insyaallah santri akan terus menyuarakan hal-hal baik di manapun," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!