Beri Panggung Bagi Komunitas Seni di Bandung, UNPAR Gelar Festival Seni Artsperiment Dengung
Senin, 05 Desember 2022 - 12:54 WIB
“Festival ini mengusung tema eksperimen. Baik eksperimentasi bentuk kesenian, presentasinya sebagai budaya di publik, maupun jejaring dan eksperimentasi pola pengelolaan acaranya,” ucapnya.
Elaine mengatakan, Artsperiment: Dengung merupakan pemodelan penting yang menggambarkan corak pendidikan seni yang berkembang di UNPAR. Corak ini berdasar pada pemahaman akan dunia seni dan kelokalannya, sebagai hal yang hidup di Bandung dan di Jawa Barat. Pendekatan ini juga percaya kepada daya cipta humanitas, serta irisan dan simpangan berbagai bentuk dan tradisi seni, juga antar keilmuan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu perwujudan UNPAR dalam memposisikan diri sebagai wadah ekspresi dan eksperimen dalam berkesenian dan berkreasi. Keragaman bentuk kegiatan dan permodelan kerja kesenian ini diharapkan menjadi paparan baru bagi publik dan tentunya dapat diakses bagi khalayak luas,” ujarnya.
Tak hanya menggandeng 10 komunitas seni dalam helatan Parahyangan Open Stage, melalui Festival Seni Artsperiment: Dengung ini pula, UNPAR berkolaborasi bersama mitra lainnya seperti Patjarmerah, Lokus Foundation, Indomodular, Zaldy Armansyah, WWStudio, dan Batavia Madrigal Singers.
Patjarmerah membuat festival bukunya yang pertama di Kota Bandung dengan juga berkolaborasi bersama Artsperiment, di Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) UNPAR. Mengusung format pasar buku keliling nusantara, Patjarmerah memusatkan perhatian pada kegiatan berkumpul dan paparan bersama kepada berbagai pelaku dan aktivasi dunia literasi. Rangkaian obrolan, peluncuran buku, lokakarya, dan pertunjukkan akan melengkapinya sepanjang 3 sampai 11 Desember 2022.
Elaine mengatakan, Artsperiment: Dengung merupakan pemodelan penting yang menggambarkan corak pendidikan seni yang berkembang di UNPAR. Corak ini berdasar pada pemahaman akan dunia seni dan kelokalannya, sebagai hal yang hidup di Bandung dan di Jawa Barat. Pendekatan ini juga percaya kepada daya cipta humanitas, serta irisan dan simpangan berbagai bentuk dan tradisi seni, juga antar keilmuan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu perwujudan UNPAR dalam memposisikan diri sebagai wadah ekspresi dan eksperimen dalam berkesenian dan berkreasi. Keragaman bentuk kegiatan dan permodelan kerja kesenian ini diharapkan menjadi paparan baru bagi publik dan tentunya dapat diakses bagi khalayak luas,” ujarnya.
Tak hanya menggandeng 10 komunitas seni dalam helatan Parahyangan Open Stage, melalui Festival Seni Artsperiment: Dengung ini pula, UNPAR berkolaborasi bersama mitra lainnya seperti Patjarmerah, Lokus Foundation, Indomodular, Zaldy Armansyah, WWStudio, dan Batavia Madrigal Singers.
Patjarmerah membuat festival bukunya yang pertama di Kota Bandung dengan juga berkolaborasi bersama Artsperiment, di Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) UNPAR. Mengusung format pasar buku keliling nusantara, Patjarmerah memusatkan perhatian pada kegiatan berkumpul dan paparan bersama kepada berbagai pelaku dan aktivasi dunia literasi. Rangkaian obrolan, peluncuran buku, lokakarya, dan pertunjukkan akan melengkapinya sepanjang 3 sampai 11 Desember 2022.
Lihat Juga :