Prof Hamid Nasuki Ditetapkan Menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Tasawuf UIN Jakarta
Selasa, 24 Januari 2023 - 21:59 WIB
loading...
A
A
A
6. Syakhsiyyatu Sunan Kalijaga fi Taqalid Mataram al-Islamiyyah, jurnal Studia Islamika (2017).
7. Urgensi Pembelajaran Agama-agama di Sekolah Menengah Tingkat Atas, jurnal Refleksi (2021).
8. Mystical Discourse in Java in the 18th Century Narrated by the Book of Cabolek, jurnal Ilmu Ushuluddin (2021).
Di sela mengajar, riset, dan publikasi, Profesor Hamid dipercaya menduduki sejumlah jabatan di UIN Jakarta. Ia pernah menduduki jabatan Sekretaris dan Ketua Jurusan Perbandingan Agama, Pembantu Dekan Bidang Akademik, Direktur Program Konversi UIN, dan Direktur Pengembangan Akademik.
Kini ia dipercaya menjadi Direktur Advokasi & Knowledge Management Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta.
Sebelumnya, dosen UIN Jakarta, Bambang Irawan, diangkat menjadi Guru Besar bidang Ilmu Tasawuf dengan angka kredit 982,5 dari sebelumnya Lektor Kepala 700.
Pengangkatannya dituangkan dalam Surat Keputusan Menag Nomor 024969 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen tanggal 16 Agustus 2022.
Profesor Bambang merupakan kolega Profesor Hamid di Prodi Ilmu Tasawuf di Fakultas Ushuluddin. Nama pertama merupakan lulusan Doktor Kajian Islam bidang Ilmu Tasawuf dari Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta yang memiliki perhatian terhadap hubungan antara agama dan perlindungan lingkungan dari perspektif sufistik dengan banyak melakukan riset dan publikasi area tersebut.
Dalam publikasinya di Jurnal Religia (2022) berjudul Green Sufism Argument as Environmental Ethics: Philosophical Analysis, Bambang memosisikan model pendekatan sufisme hijau dalam praktek pemeliharaan lingkungan.
Tulisannya yang lain di Jurnal Teosofia (2021) berjudul Applying Ibn ‘Arabi’s Concept of Tajalli: A Sufi Approach to Environmental Ethics menenkankan konsep Tajalli Ibnu Arabi sebagai salah satu pendekatan etika lingkungan.
7. Urgensi Pembelajaran Agama-agama di Sekolah Menengah Tingkat Atas, jurnal Refleksi (2021).
8. Mystical Discourse in Java in the 18th Century Narrated by the Book of Cabolek, jurnal Ilmu Ushuluddin (2021).
Di sela mengajar, riset, dan publikasi, Profesor Hamid dipercaya menduduki sejumlah jabatan di UIN Jakarta. Ia pernah menduduki jabatan Sekretaris dan Ketua Jurusan Perbandingan Agama, Pembantu Dekan Bidang Akademik, Direktur Program Konversi UIN, dan Direktur Pengembangan Akademik.
Kini ia dipercaya menjadi Direktur Advokasi & Knowledge Management Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta.
Sebelumnya, dosen UIN Jakarta, Bambang Irawan, diangkat menjadi Guru Besar bidang Ilmu Tasawuf dengan angka kredit 982,5 dari sebelumnya Lektor Kepala 700.
Pengangkatannya dituangkan dalam Surat Keputusan Menag Nomor 024969 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen tanggal 16 Agustus 2022.
Profesor Bambang merupakan kolega Profesor Hamid di Prodi Ilmu Tasawuf di Fakultas Ushuluddin. Nama pertama merupakan lulusan Doktor Kajian Islam bidang Ilmu Tasawuf dari Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta yang memiliki perhatian terhadap hubungan antara agama dan perlindungan lingkungan dari perspektif sufistik dengan banyak melakukan riset dan publikasi area tersebut.
Dalam publikasinya di Jurnal Religia (2022) berjudul Green Sufism Argument as Environmental Ethics: Philosophical Analysis, Bambang memosisikan model pendekatan sufisme hijau dalam praktek pemeliharaan lingkungan.
Tulisannya yang lain di Jurnal Teosofia (2021) berjudul Applying Ibn ‘Arabi’s Concept of Tajalli: A Sufi Approach to Environmental Ethics menenkankan konsep Tajalli Ibnu Arabi sebagai salah satu pendekatan etika lingkungan.
(mpw)
Lihat Juga :