Alumni ITS Bangun Kapal Kesehatan Rakyat untuk Daerah Pelosok, Ini Penampakannya

Jum'at, 17 Februari 2023 - 08:25 WIB
loading...
Alumni ITS Bangun Kapal...
Kapal Kesehatan Rakyat yang dibangun Alumni ITS untuk daerah pelosok. Foto/Humas ITS.
A A A
JAKARTA - Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) membangun Kapal Kesehatan Rakyat untuk menunjang fasilitas kesehatan masyarakat di daerah pelosok. Kapal ramah lingkungan itu mampu menyusuri perairan dangkal di pelosok Indonesia.

Ketua Pelaksana Proyek Kapal Kesehatan Rakyat Ir Hari Supriyadi mengungkapkan, kapal tersebut berguna sebagai penyedia fasilitas kesehatan masyarakat sekitar sungai di pelosok Indonesia. Inovasi tersebut bermula ketika ia dan tim melakukan kunjungan ke beberapa wilayah bantaran sungai.

“Masyarakat di jalur sungai Musi kesulitan menjangkau Puskesmas karena terhalang akses transportasi,” ungkap Hari, melalui siaran pers, Jumat (17/2/2023).

Berangkat dari hal tersebut, Ketua Umum PP IKA ITS Ir Sutopo Kristanto bersama Ir Toeloes Boedi Witjaksono dan Hari membentuk tim pengerjaan proyek Kapal Kesehatan Rakyat tersebut.

Baca juga: IUP Unair 2023 Telah Dibuka, Ini Persyaratan Dokumennya

Alumnus Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini mengaku pengerjaan dimulai sejak 5 Desember 2022 hingga 5 Januari 2023. “Kami turut bersinergi dengan dosen ITS dari segi perhitungan, diskusi teknologi terbaru, dan aspek lain dalam pengerjaan,” terangnya.

Hari menambahkan bahwa Kapal Kesehatan Rakyat direncanakan untuk diproduksi massal dan beroperasi di sungai wilayah Pulau Kalimantan atau Sumatera. Di samping itu, telah dilakukan show unit dengan mengundang Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Dr Ir M Basuki Hadimuljono.
Alumni ITS Bangun Kapal Kesehatan Rakyat untuk Daerah Pelosok, Ini Penampakannya

“Kegiatan itu untuk mempresentasikan kepada pemerintah bahwa ada inovasi kapal yang dapat dikembangkan bagi masyarakat,” tambahnya.

Salah satu staf proyek Kapal Kesehatan Rakyat Anindra Ahmad Farras ST menjelaskan bahwa kapal ini dirancang khusus agar bisa menyusuri sungai sampai ke pelosok.

Terdapat tiga lambung kapal trimaran yang berguna untuk menjaga keseimbangan kapal selama berlayar. “Kapal di sungai harus memiliki draft yang rendah agar bisa berlayar di perairan dangkal,” jelasnya.

Baca juga: 9 Kesalahan Fatal yang Bisa Gagalkan Kamu Lolos SNBP 2023

Di samping itu, alumnus Departemen Teknik Perkapalan ITS ini juga mengatakan bahwa kapal tersebut tersusun oleh material logam yang dilapisi High Density Polyethylene (HDPE). Material tersebut dapat didaur ulang dan mampu meminimalisir korosi. “Material HDPE cenderung lebih ramah lingkungan dan tidak memerlukan perawatan yang tinggi,” ujar Farras.

Selain dari segi material, lanjutnya, Kapal Kesehatan Rakyat juga ramah lingkungan dari segi penggunaan energi. Dengan konsep hybrid energy, kapal ini menggunakan dua energi berupa minyak bumi untuk penggerak mesin kapal serta panel surya untuk aktivitas kabin. Berjumlah 12 panel, energi listrik bertenaga surya mampu menunjang penerangan kapal, peralatan kesehatan, serta navigasi kru kapal.

Kapal dengan kapasitas mesin 300 horsepower (HP) ini menyediakan sejumlah fasilitas kesehatan. Mulai dari dua kamar pasien, meja dokter dan perawat, perlengkapan diagnosa, hingga peralatan untuk operasi ringan.

“Adanya kapal ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas setempat dalam fasilitas pelayanan medis, obat obatan, dan tenaga ahli,” tutur Farras.

Ia berharap, Kapal Kesehatan Rakyat ini dapat menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menciptakan sebuah produk inovasi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Di samping itu, ia juga berharap hal ini dapat lebih memotivasi mahasiswa ITS untuk terus berinovasi. “Semoga menginspirasi para insinyur muda untuk berinovasi,” pungkasnya penuh harap.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
2.468 Peserta SNBT 2026...
2.468 Peserta SNBT 2026 Diterima di ITS, Cek Jadwal Daftar Ulangnya
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
ITS Buka Jalur Mandiri...
ITS Buka Jalur Mandiri SMITS FLAT dan ACE 2026, Bebas Uang Pangkal di Jalur Beasiswa
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Rekomendasi
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Berita Terkini
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Infografis
Iran Gelar Parade Angkatan...
Iran Gelar Parade Angkatan Laut 3.000 Kapal untuk Bela Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved