Gelar Doktor Kehormatan dari UB Jadi Penyemangat Menteri BUMN Teruskan Pengabdian ke Indonesia
Jum'at, 03 Maret 2023 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
Manajemen strategi ini disebutnya penting supaya BUMN bisa menjadi penggerak perekonomian Indonesia di tengah persaingan global. Maka di sinilah kata Erick, perlu adanya operasi langkah konkrit dari sebuah strategi yang dicanangkan itu.
"Dalam persaingan ke depan sendiri Kita harus punya strategi. Dan strategi itu justru harus menjadi sebuah operasi yang konkret. Tidak hanya menjadi sebuah wacana, sekarang dengan situasi dunia seperti ini tentu kita penting sekali, kita harus punya strategi sebagai bangsa untuk menghadapi globalisasi dan perubahan saat ini," terangnya.
Sebagai informasi, Menteri BUMN Erick Thohir diganjar gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa oleh Universitas Brawijaya. Erick Thohir menyampaikan orasi ilmiahnya mengenai Eternitas Transformasi BUMN: Strategi Terobosan untuk Kebangkitan Ekonomi Indonesia Baru.
Hadir pada pengukuhan itu sejumlah menteri dan pejabat negara, antara lain Menko Polhukam Prof. Dr. Mahfud MD, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan sejumlah tokoh masyarakat Jawa Timur.
"Dalam persaingan ke depan sendiri Kita harus punya strategi. Dan strategi itu justru harus menjadi sebuah operasi yang konkret. Tidak hanya menjadi sebuah wacana, sekarang dengan situasi dunia seperti ini tentu kita penting sekali, kita harus punya strategi sebagai bangsa untuk menghadapi globalisasi dan perubahan saat ini," terangnya.
Sebagai informasi, Menteri BUMN Erick Thohir diganjar gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa oleh Universitas Brawijaya. Erick Thohir menyampaikan orasi ilmiahnya mengenai Eternitas Transformasi BUMN: Strategi Terobosan untuk Kebangkitan Ekonomi Indonesia Baru.
Hadir pada pengukuhan itu sejumlah menteri dan pejabat negara, antara lain Menko Polhukam Prof. Dr. Mahfud MD, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan sejumlah tokoh masyarakat Jawa Timur.
(mpw)
Lihat Juga :