Kurikulum Pandemi Kapan?

Jum'at, 17 Juli 2020 - 06:03 WIB
loading...
A A A
Jajak pendapat KPAI tersebut juga menunjukkan jika mayoritas siswa (79,9%) merasa PJJ berlangsung tanpa interaksi guru-siswa sama sekali. Para guru hanya memberikan tugas dan menagih tugas saja, tanpa ada interaksi belajar, seperti tanya jawab langsung atau aktivitas guru menjelaskan materi. Hanya 20,1% responden dari siswa yang menyatakan ada terjadi interaksi antara siswa dengan guru selama PJJ. Bentuk interaksi tersebut adalah sebanyak 87,2% responden menyatakan melalui chating, 20,2% menggunakan aplikasi zoom meeting, sedangkan 7,6% lagi menggunakan aplikasi video call WhatsApp; dan 5,2% responden menggunakan telepon untuk langsung bicara dengan gurunya. (Baca juga: Ratusan Warga Pasuruan Nekat Rebut dan Buka Paksa Peti Jenazah Covid-19)

Sebanyak 77,8% siswa mengalami kesulitan akibat tugas yang menumpuk karena seluruh guru memberikan tugas dengan waktu yang sempit. Belum selesai tugas pertama, sudah datang tugas selanjutnya dari guru yang lain. Demikian seterusnya, padahal tugas yang pertama saja belum selesai. Sedangkan 37,1% responen mengeluhkan waktu pengerjaan tugas yang sempit, sehingga membuat siswa kurang istirahat dan kelelahan, aktivitas belajar seperti ini pun tentu jauh dari menyenangkan.

KPAI juga mencatat bahwa di tengah keterbatasan pembelajaran guru malah masih mengejar ketercapaian kurikulum yang dimasa normal saja ketercapaian tersebut sulit dilakukan. Kondisi guru dilapangan ini kontradiktif dengan SE Mendikbud No 4/2020 yang menyebutkan sekolah tidak harus mengejar ketuntasan pembelajarans ebab akan menambah beban siswa dan guru. “KPAI pada bulan April lalu sudah merekomendasikan adanya kurikulum dalam situasi darurat sehingga guru bisa memilih materi esensial dan utama saja yang diberikan,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim juga menuntut hal yang sama. Padahal, katanya, FSGI pun menunggu-nunggu undangan Kemendikbud untuk turut membahas penyusunan kurikulum darurat tersebut. ''Sangat dibutuhkan kurikulum adaptif di masa pandemi,'' katanya.

Memang ada SE No 4/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 dan SE No 15/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Kedua SE tersebut bisa dijadikan patokan dalam pembelajaran. Terutma dalam memilih kompetensi dasar yang esensial sehingga guru tidak berorientasi pada penyelesaian target capaian semua kurikulum baik standar isi atau kompetensi dasar. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah para guru sudah memahami isi SE tersebut. Menurut Satriwan, perlu adanya survei terbaru untuk melihat sejauhmana pemahaman guru akan SE tersebut. (Lihat videonya: Heboh! Pedagang Angkringan Cantik di Sragen Bikin Pembeli Gagal Fokus)

Kurikulum darurat inilah yang juga dituntut oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian. Bagi Hetifah, tahun ajaran baru ini berbeda dari tahun-tahun ajaran sebelumnya. Oleh karena itu, persiapan dan target-targetnya juga berbeda.

Ketika dikonfirmasi mengenai kapan kurikulum darurat ini terbit, Plt Dirjen Pendidikan Paud, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengaku tidak tahu persis. Dia hanya mengatakan drafnya sudah selesai disiapkan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud. “Tinggal final touch dan dilaporkan ke Pak Menteri,” ujarnya. (Neneng Zubaidah/Abdul Hakim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meriahkan Milad Ke-13,...
Meriahkan Milad Ke-13, Edu Global School Gelar Rangkaian EGSVERSARY
Sport Fest 2025, Prime...
Sport Fest 2025, Prime Smart Islamic Montessori: Merdeka, Sehat, dan Inklusif
Efisien dan Tepat Sasaran:...
Efisien dan Tepat Sasaran: Mekanisme Tunjangan Langsung ke Rekening, Banjir Pujian Para Guru
Link Pengumuman Hasil...
Link Pengumuman Hasil Akhir Seleksi CPNS Kemendikbud dan Kemenag 2024
Dana PIP Kemdikbud 2024...
Dana PIP Kemdikbud 2024 Cair, Bagaimana Cara Penarikannya?
Mengenal Wahyudi Aksara,...
Mengenal Wahyudi Aksara, Guru Muda yang Nyalakan Pelita di Tanah Borneo
Baznas Bagikan 20.000...
Baznas Bagikan 20.000 Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban Banjir Sumatera
Mendikdasmen Sesalkan...
Mendikdasmen Sesalkan Tindakan Kepala Daerah Mudah Copot Jabatan Kepala Sekolah
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Rekomendasi
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Berita Terkini
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
President University...
President University Buka Kelas Khusus Taylor Swift, Ini yang Dipelajari Mahasiswa
Beasiswa PMDSU 2026...
Beasiswa PMDSU 2026 Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis Terintegrasi 4 Tahun
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Infografis
Terdampak Pandemi, Berikut...
Terdampak Pandemi, Berikut Film Paling Rugi dari 2020 Sampai Sekarang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved