Dorong Inovasi Energi Baru Terbarukan, Pertamina Buka Kompetisi Program PFsains 2023
Kamis, 09 Maret 2023 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
"PFsains menggandeng Pertamina Grup untuk nantinya inovasi mereka tidak hanya dikembangkan tapi juga dikomersialisasikan,” tambahnya.
Selama tiga tahun berjalan, program PFsains telah menghadirkan 20 proyek pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan variasi inovasi, mulai dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), pembangkit listrik arus laut (PLTAL), serta hybrid.
Total proyek inovasi PFsains telah menghasilkan energi dari PLTS sebesar 31.200 watt-peak, hybrid 3.200 watt-peak, dan menerangi lebih dari 700 kepala keluarga.
Contoh kisah perjalanan PFsains terlihat di Sumenep, Madura. Binaan PFsains mengembangkan hybrid sistem PLTB dan PLTS terpusat untuk meningkatkan akses listrik yang sebelumnya hanya terpenuhi untuk 2 jam/minggu.
Kemudian, untuk Indonesia Timur terdapat proyek PLTS di pulau Sabu Raijua. PLTS binaan PFsains menerangi 100 rumah dengan total 5000 watt-peak yang dihasilkan.
“PFsains menjadi wadah yang tepat bagi orang seperti saya yang punya inovasi tapi bingung bagaimana cara mengembangkannya. Dengan proses seleksi yang challenging dan mentoring serta manfaat yang langsung diberikan dari Pertamina Grup membuat proyek saya mampu memenuhi kebutuhan listrik pelayanan desa dan pondok bersalin desa (polindes),” tutup Dana Handika, pemenang PFsains kategori Implementation 2022.
Selama tiga tahun berjalan, program PFsains telah menghadirkan 20 proyek pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan variasi inovasi, mulai dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), pembangkit listrik arus laut (PLTAL), serta hybrid.
Total proyek inovasi PFsains telah menghasilkan energi dari PLTS sebesar 31.200 watt-peak, hybrid 3.200 watt-peak, dan menerangi lebih dari 700 kepala keluarga.
Contoh kisah perjalanan PFsains terlihat di Sumenep, Madura. Binaan PFsains mengembangkan hybrid sistem PLTB dan PLTS terpusat untuk meningkatkan akses listrik yang sebelumnya hanya terpenuhi untuk 2 jam/minggu.
Kemudian, untuk Indonesia Timur terdapat proyek PLTS di pulau Sabu Raijua. PLTS binaan PFsains menerangi 100 rumah dengan total 5000 watt-peak yang dihasilkan.
“PFsains menjadi wadah yang tepat bagi orang seperti saya yang punya inovasi tapi bingung bagaimana cara mengembangkannya. Dengan proses seleksi yang challenging dan mentoring serta manfaat yang langsung diberikan dari Pertamina Grup membuat proyek saya mampu memenuhi kebutuhan listrik pelayanan desa dan pondok bersalin desa (polindes),” tutup Dana Handika, pemenang PFsains kategori Implementation 2022.
(mpw)
Lihat Juga :