KGSB Ajak Tenaga Pendidik Berikan Konseling yang Tepat kepada Siswa Korban Bullying
Minggu, 16 April 2023 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di tahun 2018 menyatakan bahwa setiap 2 dari 3 anak remaja pernah mengalami kekerasan, dan setiap 3 dari 4 kasus tersebut merupakan kasus antar teman sebayanya.
Jika dibiarkan, bullying dapat memberikan dampak yang merugikan korban secara berkepanjangan seperti stres, depresi, bahkan trauma. Selain itu korban bullying juga dapat mengalami masalah kesehatan dan penurunan performa akademis.
Masalah bullying di sekolah perlu diatasi dengan kerja sama dari guru di sekolah dan keluarga siswa. Salah satu yang bisa dilakukan oleh tenaga pendidik untuk menangani dampak bullying adalah dengan memberikan konseling yang tepat kepada para korban bullying di sekolah.
Menyadari bahaya dampak bullying kepada siswa, Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) mengadakan Webinar KGSB bertajuk ‘Teknik Konseling Kepada Korban Bullying di Sekolah’ pada Sabtu, 15 April 2023 yang diikuti oleh ratusan tenaga pendidik anggota KGSB dari Indonesia dan Timor Leste.
Webinar ini menghadirkan narasumber yaitu Sekretaris Program Studi S1 Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya, Nanda Rossalia, M.Psi, Psikolog, Founder Rumah Guru BK dan Widyaiswara Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Barat di Kemendikbudristek, Ana Susanti, M.Pd,CEP, CHt, serta Guru BK SMPN 2 Jayapura dan Anggota KGSB, Manggar Istanti., S.Pd., M.Pd.
Founder KGSB, Ruth Andriani, mengatakan akhir-akhir ini maraknya pemberitaan kasus perundungan semakin memprihatinkan, terutama perundungan melalui kekerasan fisik di lingkungan sekolah. Padahal seharusnya lingkungan sekolah dapat menjadi tempat belajar yang aman dan menyenangkan bagi semua.
"Jika kita melihat dampaknya, tentunya ada dampak psikologis yang dialami korban perundungan sehingga peran tenaga pendidik sangatlah penting dalam membantu dan mendampingi korban bullying melalui teknik konseling yang tepat," terang Ruth
Jika dibiarkan, bullying dapat memberikan dampak yang merugikan korban secara berkepanjangan seperti stres, depresi, bahkan trauma. Selain itu korban bullying juga dapat mengalami masalah kesehatan dan penurunan performa akademis.
Masalah bullying di sekolah perlu diatasi dengan kerja sama dari guru di sekolah dan keluarga siswa. Salah satu yang bisa dilakukan oleh tenaga pendidik untuk menangani dampak bullying adalah dengan memberikan konseling yang tepat kepada para korban bullying di sekolah.
Menyadari bahaya dampak bullying kepada siswa, Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) mengadakan Webinar KGSB bertajuk ‘Teknik Konseling Kepada Korban Bullying di Sekolah’ pada Sabtu, 15 April 2023 yang diikuti oleh ratusan tenaga pendidik anggota KGSB dari Indonesia dan Timor Leste.
Webinar ini menghadirkan narasumber yaitu Sekretaris Program Studi S1 Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya, Nanda Rossalia, M.Psi, Psikolog, Founder Rumah Guru BK dan Widyaiswara Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Barat di Kemendikbudristek, Ana Susanti, M.Pd,CEP, CHt, serta Guru BK SMPN 2 Jayapura dan Anggota KGSB, Manggar Istanti., S.Pd., M.Pd.
Founder KGSB, Ruth Andriani, mengatakan akhir-akhir ini maraknya pemberitaan kasus perundungan semakin memprihatinkan, terutama perundungan melalui kekerasan fisik di lingkungan sekolah. Padahal seharusnya lingkungan sekolah dapat menjadi tempat belajar yang aman dan menyenangkan bagi semua.
"Jika kita melihat dampaknya, tentunya ada dampak psikologis yang dialami korban perundungan sehingga peran tenaga pendidik sangatlah penting dalam membantu dan mendampingi korban bullying melalui teknik konseling yang tepat," terang Ruth
Lihat Juga :