Kebijakan PJJ Tak Boleh Diskriminasi Murid yang Tidak Miliki Sarana Daring
Rabu, 22 Juli 2020 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Doni mengusulkan, sekolah-sekolah melakukan pemetaan kebutuhan KBM, seperti keterampilan guru, sarana di sekolah dan yang harus dimiliki para siswa, serta sejauh mana dukungan dari orang tua. Setelah itu, sekolah mencari cara terbaik agar para siswa tetap dapat belajar. (Baca juga: 25% Pelajar di Jateng Tak Miliki Akses Layanan Pendidikan Daring )
”Anak-anak yang tidak mempunyai perangkat daring bisa belajar secara luring dengan menggunakan buku teks pelajaran, modul, radio, dan TV,” ujar Pelaksana tugas Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad melalui pesan singkat.
Temuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada 47 persen siswa yang bosan di rumah dan 35 persen khawatir tertinggal pelajaran. Doni menerangkan dukungan orang tua dalam situasi seperti sangat penting untuk mencegah anak tidak stres.
Jika sekolah mampu, bisa melibatkan psikologi untuk sekolah dasar (SD) konselor untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Hamid mengungkapkan pihaknya telah memberikan pelatihan kepada guru selama dua bulan terakhir. Dengan pelatihan itu diharapkan bisa mengurangi disparitas kualitas PJJ dan dapat memperbaiki pemahaman siswa.
“Ini artinya guru sendiri perlu belajar lebih banyak bagaimana mengajar di masa COVID-19 karena belajar di masa sekarang itu tidak sama dengan memindahkan pengajaran tradisional kelas ke dunia maya. Guru perlu mengevaluasi cara mengajar agar hasilnya lebih baik,” timpal Doni.
”Anak-anak yang tidak mempunyai perangkat daring bisa belajar secara luring dengan menggunakan buku teks pelajaran, modul, radio, dan TV,” ujar Pelaksana tugas Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad melalui pesan singkat.
Temuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada 47 persen siswa yang bosan di rumah dan 35 persen khawatir tertinggal pelajaran. Doni menerangkan dukungan orang tua dalam situasi seperti sangat penting untuk mencegah anak tidak stres.
Jika sekolah mampu, bisa melibatkan psikologi untuk sekolah dasar (SD) konselor untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Hamid mengungkapkan pihaknya telah memberikan pelatihan kepada guru selama dua bulan terakhir. Dengan pelatihan itu diharapkan bisa mengurangi disparitas kualitas PJJ dan dapat memperbaiki pemahaman siswa.
“Ini artinya guru sendiri perlu belajar lebih banyak bagaimana mengajar di masa COVID-19 karena belajar di masa sekarang itu tidak sama dengan memindahkan pengajaran tradisional kelas ke dunia maya. Guru perlu mengevaluasi cara mengajar agar hasilnya lebih baik,” timpal Doni.
(mpw)
Lihat Juga :