Jawab Keluhan Warga, Komisi V DPRD Jabar Minta KBM Daring Dievaluasi
Rabu, 22 Juli 2020 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kata Dadan, KBM daring juga memiliki keterbatasan dalam hal pengguna. Menurutnya, KBM daring belum efektif diterapkan pada siswa jenjang pendidikan dasar, seperti anak usia dini, TK, dan SD kelas rendah (kelas 1-3).
"Tidak hanya itu, jika dilihat dari aspek ekonomi, tidak semua orang tua memiliki kemampuan untuk membeli dan menyediakan perangkat untuk anaknya dalam belajar, apalagi dalam kondisi pandemi yang sebagian besar orang tua mengalami penurunan pendapatan/penghasilan bahkan ada yang dirumahkan," paparnya.
Meskipun menilai KBM daring sebagai cara terbaik dan aman dalam proses pendidikan di tengah pandemi, namun Dadan menilai, harus dilakukan pengkajian ulang jika KBM daring akan diterapkan dalam jangka waktu yang lama.
"Seberapapun canggihnya teknologi, namun dalam proses pendidikan kehadiran dan sentuhan guru masih sangat diperlukan, terutama dalam mengembangkan ranah sikap dan keterampilan siswa agar proses pendidikan dapat berjalan secara utuh," pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang wali murid Desri (29) mengakui bahwa dirinya tidak mampu membantu anaknya yang kini duduk di kelas 1 SD karena keterbatasan bahan ajar. Terlebih, dia pun kesulitan membagi waktu antara bekerja dan membimbing anaknya.
"Tidak hanya itu, jika dilihat dari aspek ekonomi, tidak semua orang tua memiliki kemampuan untuk membeli dan menyediakan perangkat untuk anaknya dalam belajar, apalagi dalam kondisi pandemi yang sebagian besar orang tua mengalami penurunan pendapatan/penghasilan bahkan ada yang dirumahkan," paparnya.
Meskipun menilai KBM daring sebagai cara terbaik dan aman dalam proses pendidikan di tengah pandemi, namun Dadan menilai, harus dilakukan pengkajian ulang jika KBM daring akan diterapkan dalam jangka waktu yang lama.
"Seberapapun canggihnya teknologi, namun dalam proses pendidikan kehadiran dan sentuhan guru masih sangat diperlukan, terutama dalam mengembangkan ranah sikap dan keterampilan siswa agar proses pendidikan dapat berjalan secara utuh," pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang wali murid Desri (29) mengakui bahwa dirinya tidak mampu membantu anaknya yang kini duduk di kelas 1 SD karena keterbatasan bahan ajar. Terlebih, dia pun kesulitan membagi waktu antara bekerja dan membimbing anaknya.
Lihat Juga :