12 Dosen UIN Jakarta Ditetapkan Jadi Guru Besar, Ini Harapan Rektor
Senin, 26 Juni 2023 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pendaftaran Seleksi Program Gelar Beasiswa Indonesia Bangkit Diperpanjang hingga 10 Juli 2023
Dirjen Ramdhani berpesan seorang professor harus bisa responsif terhadap perubahan. Menurutnya, perolehan gelar guru besar menyadakan untuk menjaga setiap kata-kata yang dilontarkan, karena apapun yang dikatakan adalah ilmu dan yang dilakukan adalah teladan untuk mahasiswa.
Gelar guru besar, sambungnya, bukan akhir dari segalanya. Sebaliknya, ketika ditetapkan guru besar maka seorang dosen harus terus meneguhkan diri memasuki ruang baru sebagai seorang yang akan menjadi rujukan. Karenanya, kemampuan akademik harus terus dikembangkan dengan daya topang teknologi yang mendorong perkembangan kelimuan.
“Maka hakekat dari guru besar adalah dia yang tak berhenti belajar,” tegasnya.
Jika seorang professor berhenti belajar, lanjutnya, maka itu yang disebut dengan kematian yang hakiki dari seorang guru besar. Karena, orang yang terpelajar hanyalah pemilik masalalu, dan orang yang terus belajar menjadi pemilih masa depan.
Sebelumnya, lima dosen di lingkungan UIN Jakarta juga ditetapkan Menteri Pendidikan, Kebudyaaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) sebagai guru besar. Kelimanya, Dr. Fadhilah Suralaga M.Si, Dr. Nur Inayah M.Si, Dr. Dzuriyatun Toyibah M.Si., Dr. Nurochim MM, dan Dr. Fauzan MA Selain itu,
Dirjen Ramdhani berpesan seorang professor harus bisa responsif terhadap perubahan. Menurutnya, perolehan gelar guru besar menyadakan untuk menjaga setiap kata-kata yang dilontarkan, karena apapun yang dikatakan adalah ilmu dan yang dilakukan adalah teladan untuk mahasiswa.
Gelar guru besar, sambungnya, bukan akhir dari segalanya. Sebaliknya, ketika ditetapkan guru besar maka seorang dosen harus terus meneguhkan diri memasuki ruang baru sebagai seorang yang akan menjadi rujukan. Karenanya, kemampuan akademik harus terus dikembangkan dengan daya topang teknologi yang mendorong perkembangan kelimuan.
“Maka hakekat dari guru besar adalah dia yang tak berhenti belajar,” tegasnya.
Jika seorang professor berhenti belajar, lanjutnya, maka itu yang disebut dengan kematian yang hakiki dari seorang guru besar. Karena, orang yang terpelajar hanyalah pemilik masalalu, dan orang yang terus belajar menjadi pemilih masa depan.
Sebelumnya, lima dosen di lingkungan UIN Jakarta juga ditetapkan Menteri Pendidikan, Kebudyaaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) sebagai guru besar. Kelimanya, Dr. Fadhilah Suralaga M.Si, Dr. Nur Inayah M.Si, Dr. Dzuriyatun Toyibah M.Si., Dr. Nurochim MM, dan Dr. Fauzan MA Selain itu,
Lihat Juga :