PPDB Zonasi Ada Masalah, FSGI: Kepala Daerah Harus Tambah Sekolah Negeri
Selasa, 11 Juli 2023 - 04:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kritisi Polemik PPDB, Politikus Muda Perindo Tekankan Pemerataan Kualitas Pendidikan
Ketika sudah tujuh tahun penerapan kebijakan PPDB sistem zonasi, banyak kepala daerah melalui dinas dinas pendidikan memutar otak untuk meminimalkan masalah, potensi kecurangan dan juga minimnya sekolah negeri.
"Apalagi saat ini mayoritas publik sudah dapat menerima PPDB sistem zonasi, meski ada kekurangan, namun diakui bahwa sistem ini jauh lebih berkeadilan dan mendorong pemerintah pusat dan daerah membangun sekolah negeri baru tanpa membunuh sekolah swasta yang sudah adalah sudah berkontribusi lama bagi pendidikan selama ini," tambah Retno Listyarti.
Terkait pernyataan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang mengumumkan ke publik telah terjadi manipulasi data kependudukan di wilayahnya oleh orang tua murid untuk kepentingan mendaftar PPDB jalur zonasi. Bahkan Walikota sampai datang sendiri ke rumah rumah warga yang Kartu Keluarga nya dipermasalahkan.
Retno melihat manipulasi data dengan cara pindah Kartu Keluarga (KK) tidak akan mudah terjadi jika sistem kependudukannya ketat, melalui mekanisme kontrol aparat kelurahan, kecamatan dan dinas dukcapil.
"Apalagi sampai 20 anak dengan orang tua berbeda masuk dalam satu KK. Harusnya hal ini dapat diantisipasi dari awal oleh jajaran terkait," pungkasnya.
Ketika sudah tujuh tahun penerapan kebijakan PPDB sistem zonasi, banyak kepala daerah melalui dinas dinas pendidikan memutar otak untuk meminimalkan masalah, potensi kecurangan dan juga minimnya sekolah negeri.
"Apalagi saat ini mayoritas publik sudah dapat menerima PPDB sistem zonasi, meski ada kekurangan, namun diakui bahwa sistem ini jauh lebih berkeadilan dan mendorong pemerintah pusat dan daerah membangun sekolah negeri baru tanpa membunuh sekolah swasta yang sudah adalah sudah berkontribusi lama bagi pendidikan selama ini," tambah Retno Listyarti.
Terkait pernyataan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang mengumumkan ke publik telah terjadi manipulasi data kependudukan di wilayahnya oleh orang tua murid untuk kepentingan mendaftar PPDB jalur zonasi. Bahkan Walikota sampai datang sendiri ke rumah rumah warga yang Kartu Keluarga nya dipermasalahkan.
Retno melihat manipulasi data dengan cara pindah Kartu Keluarga (KK) tidak akan mudah terjadi jika sistem kependudukannya ketat, melalui mekanisme kontrol aparat kelurahan, kecamatan dan dinas dukcapil.
"Apalagi sampai 20 anak dengan orang tua berbeda masuk dalam satu KK. Harusnya hal ini dapat diantisipasi dari awal oleh jajaran terkait," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :